ZA Community Boikot Dukungan Awel

12 November 2012 09:18 WIB
 
8
523
BOIKOT – Ketua ZAC, Iwan Hermawan (41), menyarankan simpatisannya untuk memboikot AWel, Minggu (11/11) pukul 13.00

KOTA – ZA Community (ZAC) salah satu underbow relawan Zaenal Alimin (ZA), memastikan tak akan memberikan dukungan terhadap calon bupati yang diusung PDI-Perjuangan, Agus Welianto (AWel) Santoso. Hal itu karena ZAC merasa dukungannya dijatuhkan kader PDI-Perjuangan tersebut, hingga tak diusung partai berlambang banteng moncong putih, padahal sebelumnya sudah mendapat rekomendasi dari DPP PDI-P.

“Sebelum menghadiri pertemuan ini. Sudah melakukan pertemuan dengan rekan-rekan di ZA Community, karena kami harus mengakomidir apa yang ada di daerah. Dengan keputusan tadi, bahwa ZA Comunnity tidak boleh mendukung AWel,” tandas Ketua ZAC, Iwan Hermawan (41), dalam jumpa pers di tempat pemancingan pribadi ZA, di Desa Rancamulya, Kecamatan Sumedang Utara, Minggu (11/11) pukul 13.00.

Ditanya apakah suara ZAC akan dikerucutkan untuk mendukung salahsatu pasangan calon (paslon) selain dari paslon yang diusung PDI Perjuangan tersebut. Menurut Iwan, pihaknya belum berfikir ke arah sana, karena menurutnya, tujuan pendirian ZAC sebelumnya untuk memuluskan ZA menduduki kursi Sumedang Satu, selain itu saat ini KPU Sumedang belum menentukan siapa calon yang lolos.

“Saya takutnya, ZA Community mendukung si A, ternyata si A tak lolos lagi,” tambahnya.

Hal itu dibenarkan salahsatu kepengurusan ZA Community Wado,Kosam Erawan,iamenyebut anggota yang ada di ZA Community telah menyebar hingga ke tingkat desa di Kabupaten Sumedang, telah disarankan oleh ZAC untuk tak mendukung AWel.

“Sekarang ZA Community baru sebatas menyarankan untuk tak mendukung AWel saja,” tegas Kosam.

Sementara itu Zaenal Alimin, menyebut dirinya merasa dijatuhkan dari pencalonan Bupati Sumedang. Pernyataan dijatuhkan itu terkait sebelumnya DPP PDI-P telah merekomendasikan dirinya dan AWel untuk dipasangkan.

“Malam Rabu kemarin itu yang diusung DPP PDIP ZA-Awel, saat pleno saya dipanggil kesana(Jakarta). Saya dimintai konfirmasi saat itu ada Pak Bupati (Don Murdono), kira-kira beginilah, bagaimana kalau ZA dipasangkan dengan AWel siap tidak? Kami (DPP PDIP) minta pertimbangan meskipun itu belum tentu dikabulkan. Berartikanitu seolah-olah harga mati ZA dipasangkan dengan AWel, karena itu sudah keputusan partai, saya ikuti dan terima,” ungkap ZA.

Selain itu ungkap ZA, dirinya pun disuruh untuk menandatanganisuratpernyataan yang salahsatu isinya antara lain, kesiapan menerima keputusan DPC, selanjutnya siap untuk menjadi anggota PDI-P apabila terpilih jadi Bupati dan Wakil Bupati.

“Saya waktu itu yakin, jika itu sudah final, karena sudah ada pernyataan. Kalau belum final, kenapa harus dimintasuratpernyataan. Makanya, ketika malam Kamis ketika pulang dariJakarta, saya bilang posisi masih nomor satu. Kemudian saya mendengar jika AWel paginya keJakarta, disitulah terjadi perubahan. Saya tidak tahu apa yang disampaikan AWel, tapi akhirnya ada perubahan hingga akhirnya saya dijatuhkan,” ungkapnya.

Menurut ZA, keputusan itu tak masuk akal dengan kejadian sebelumnya di mana partai sudah memutuskan ZA-AWel. Kemudian, kata ZA, ada perubahan karena adanya AWel yang komplen. “Kalau memang keputusannya sudah seperti itu buat apa kita mempermasalahkan, apalagi posisi saya bukan orang partai,” tambahnya.

Mengenai pernyataan underbownya yang akan memboikot tak memilih AWel, menurut ZA itu diserahkan ke pribadi masing-masing. Yang jelas kata dia, pendukungnya diharapkan dapat memilih Bupati dan Wakil Bupati Sumedang, yang masih berkiran sehat.(ign)

8 COMMENTS

  1. Asep Anang Supriatna matakna kang asep, teu kenging angkat”an dinten saptu tea saur pa dukun Hadibar Nalendra, wios wengi dan dina itungan sunda mah langkung ti maghrib tos asup ka poe minggu kitu saur kang Kosam Erawan eta ge …

  2. Nandang Suherman,,, Igun Gunawan… Asep Anang Supriatna ,, Ateng Afandi,,, di dangu2 teh pase jeng pasea we eta partai,,,, nya rek kumaha ka harep na? asa moal menang atuh ah pilkada na oge anu mimitina wae ges parasea wae mah,,,,,, pribados di bumi bade angkat2 an,,,, lamun pamajikan ngarewelan pribados mah tara tulus angkat2 an nana, sakumaha penting na oge, bisa di rarasakeun pribados mah, mimitina rewel sok tara beres lah, malahan mah sok nambahan riweuh ngadak2,,,,