Yu Jalan-jalan ke Jatigede ada Menara Pantau Jodoh loh

Menara Pantau Jodoh, demikian dinamakan penggagasnya, Angga Firmansyah, banyak filosofis yang dia kemukakan berkaitan dengan nama tersebut.

8 October 2016 16:47 WIB
 
0
Berfoto di Menara Pantau Jodoh.
ISTIMEWA
Berfoto di Menara Pantau Jodoh.

Pilkada Serentak 2018

Masyarakat di kawasan Jatigede secara swadaya, membuat sebuah object wisata baru yang menarik pengunjung. Salahsatunya di kawasan Pasir Tugaran, Desa Karangpakuan, Kecamatan Darmaraja. Lokasi yang dulunya merupakan pesawahan dan kebun warga itu di sulap jadi kawasan wisata yang mempesona, dan siap memanjakan anda.

Selain bisa melihat tampak muka bendungan Jatigede, view dikawasan ini enak untuk di jadikan ajang selfie, wefie dan sejenisnya. Apalagi dengan berdirinya menara bambu, wuiiih makin tampak saja muka bendungan Jatigede meski pun jaraknya terbilang jauh.

Angga Firmansyah saat menunjukan penganan khas Pasir Tugaran, gendar kabuyutan.
Angga Firmansyah saat menunjukan penganan khas Pasir Tugaran, gendar kabuyutan.

Menara Pantau Jodoh, demikian dinamakan penggagasnya, Angga Firmansyah, banyak filosofis yang dia kemukakan berkaitan dengan nama tersebut. Namun, yang jelas bermuara pada intinya, ingin membuat ikon baru di kawasan Jatigede, yang menjadi daya tarik wisata.

“Di beri nama pantau jodoh merupakan filosopi pengagas menara. Jadi, pantau jodoh itu bukan karena kita melihat jodoh kita, tapi jodoh itu luas artinya. Seperti cita-cita pekerjaan dan yang lainnya, apabila kita melihat pemandagan dari menara tersebut tepat ke arah bendungan maka kita akan takjub bahwa di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin sesuatu bisa terjadi,” kata pria yang saat ini tinggal di Kampung Lebak Muncang tersebut.

Makna lainnya, setiap langkah yang dilakukan manusia harus optimis. Itu dibuktikan dengan bahu membahunya warga di sekitar Pasir Tugaran untuk membangun menara yang tingginya mencapai tujuh meter tersebut.

“Menara tersebut dibangun oleh masyarakat setempat secara swadaya. Dan menghabiskan dana sekitar Rp 2 juta dan lama pengerjaannya selama satu minggu,” ungkapnya.

Komplek peternakan domba di Pasir Tugaran.
Komplek peternakan domba di Pasir Tugaran.

Tak hanya akan menikmati pemandangan yang indah melihat muka Bendungan Jatigede dari bagian depan. Jika wisatawan berkunjung ke Pasir Tugaran, akan terlebih dahulu menikmati pemandangan kawasan peternakan domba Garut.

“Sambil kita membudidayakan doma Garut di sini. Selain itu kan jadi objek pemandangan baru yang bisa menarik wisatawan,” ungkapnya.

Wisatawan juga akan diajak untuk berwisata mencari rumput dengan mengendarai perahu dan rakit. Sebuah pengalaman yang menarik dan tak akan dilupakan sepanjang masa. “Pengunjung juga bisa bertanya-tanya terkait budidaya peternakan domba Garut, kali saja bisa memberikan inpisari baru. Induk domba Garutnya juga ada,” imbuhnya.

Yu bothram di sini.
Yu bothram di sini.

Pulangnya, pengunjungpun bisa berbelanja penganan khas Karang Pakuan, Gendar Kabuyutan. Diberikan nama gendar kabuyutan, sebut Angga, karena pihaknya ingin melestarikan nama besar tersebut sebagai Darmaraja Cikal Bakal Sumedang, dan Cipaku merupakan wilayah kabuyutan.

Di tempat yang sama Dedi, salahseorang penata design menara meneritakan, menara setinggi 7 meter, memiliki ketahanan maksimal 5 orang dewasa di atas puncaknya. Ia menyebutkan saat merekayasa design ada kesulitan saat menentukan view yang tepat.

“Iya, kesulitannya adalah saat menentukan lokasi yang pas sehinga view landscape Bendungan Jatigede dapat terlihat sempurna. Alhamdulilah bisa selesai dengan baik dan aman untuk dinaiki,” sebutnya bangga.

Ada kawasan tempat mancing juga loh.
Ada kawasan tempat mancing juga loh.

Selain sebagai ikon baru wisata di Pasir Tugaran, di tempat tersebut juga, kata dia, terdapat perahu wisata. Spot mancing terbaik di wilayah Kecamatan Darmaraja dan apabila pengunjung ingin makan tersedia juga kuliner tradisional khas warga setempat seperti karedok, pepes ikan, nasi liwet, dan lainnya. Warga sekitar berharap kedepanya Pasir Tugaran ramai pengunjung.

“Ini dimaksudkan untuk menunjang perekonomian warga sekitar. Dan semoga kedepanya mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat untuk kemajuan wisata tersebut,” harapnya.

Untuk akses jalan menuju lokasi Menara Pantau Jodoh sudah terbilang baik. Dari arah Sumedang pengunjung bisa melalui jalan Provinsi Sumedang-Darmaraja dan berhenti di kawasan Cinawing, kemudian masik ke jalan desa sekitar 3 kilometer. Banyak penunjuk jalan sehingga memudahkan para wisatawan untuk sampai ke lokasi. ***