YPUI Nurul Iman Luncurkan Kelas Unggulan

22 March 2018 18:09 WIB
 
Pemberian Penghargaan Kepada Keluarga yang telah mewakafkan tanahnya kepada YPUI NURUL IMAN Oleh Ketua Yayasan
Pemberian Penghargaan Kepada Keluarga yang telah mewakafkan tanahnya kepada YPUI NURUL IMAN Oleh Ketua Yayasan

MAJALENGKA – Yayasan Pendidikan Umat Islam (YPUI) Nurul Iman melantik para kepala sekolah yang ada di lembaga tersebut mulai dari tingkat Raudatul athfal (RA), kelompok belajar (kober), MTs, Pondok Pesantren (Ponpes) dan Majelis Taklim. Kegiatan yang merupakan rangkaian dari Isra Miraj Nabi Muhammad SAW itu pun dihadiri Kepala Bidang Kesos pada Badan Koordinasi Pemerintah dan Pembangunan Wilayah (Bakorwil) III Jawa Barat, Andi Mahidim mewakili gubernur Ahmad Heryawan yang berhalangan hadir.

Pada kesempatan itu, Andi pun mendorong agar YPUI Nurul bisa memberikan kontribusi terhadap pendidikan yang ada di Majalengka. Pihaknya dari Bakorwil III Jawa Barat, siap untuk memberikan dorongan.

Senada dikatakan Kepala Kementerian Agama Kabupaten Majalengka Dr H. Yayat Hidayat MAg, pihaknya pun berharap di bawah kepemimpinan Ketua YPUI Nurul Iman Yogie Agus Salim, pendidikan di Majalengka bisa lebih maju dan berakhlakul karimah.

Selain itu dalam kegiatan Isra Miraj itu pun diberikan sejumlah penghargaan pada mereka-mereka yang telah berdedikasi dan berkontribusi selama 25 tahun ke Yayasan Nurul Iman. Merka adalah, Drs. Syarif Hidayat, H Hasan Subandi, Pemerintah Desa Tajur kecamatan Cigasong Majalengka.

Selain itu dilaksanakan pemberian penghargaan pada para donator yang telah mewakafkan tanahnya pada YPUI Nurul Iman. Mereka adalah H. Abdurahman, H Movh Yakub, H Djaenudin. Dikatakan Yogi dari 9.750 meter tanah yang digunakan YPUI Nurul Iman saat ini, 2.500 meter nya merupakan tanah wakaf.

”Jadi kita benar-benar bersyukur ada orang yang telah peduli terhadap pendidikan sehingga beliau-beliau telah mewakafkan tanahnya. Dari 9.750 meter saat ini yang digunakan oleh YPUI Nurul Iman, 2.500 meter itu merupakan tanah wakaf, sisanya dibeli asset Yayasan,” kata Yogie saat dikonfirmasi.

BACA JUGA  Tinjau Sakurjaya, ZA: Tinggal nunggu izin Gubernur

Pada kesempaan itu pun diresmikan ruang kelas unggulan. Ruang kelas ini, sebut Yogie diperuntukan bagi siswa yang masuk tahun ajaran baru. ”Bukan hanay secara fisiknya saja yang bagus, tapi system pendidikannya pun akan unggul,” ujarnya.

Dia mencontohkan jika anak masuk ke ruang kelas unggulan tersebut apabila belum bisa baca alquran maka akan terus diajarkan tahsin, sampai dengan lancar. ”Termasuk hal hal yang lemah secara akademis juga, nanti akan ada pendampingan dari wali kelas. Berbasis e-learning,” sambungnya.

Yogie menuturkan, ide awal adanya ruang kelas unggulan itu. Lantaran dirinya melihat fenomena yang membahayakan dari generasi saat ini, dimana anak-anak sudah malas untuk sekolah dan cukup untuk mengetahui sesuatu hal dengan gadgetnya.

“Saya melihat anak anak di sekitar ini, sudah malas sekolah. Mereka lebih baik duduk-duduk sambal pegang gadget, nyari google, cukup. Ngga perlu sekolah, kan ini bahaya. Kalau anak sudah seperti itu. Sehingga perlu ada terobosan. Makanya secara fisik kita persiapkan termasuk e-learningnya,” tutupnya. * RLS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.