Wow! Tax Amnesty telah mencapai Rp 95,6 triliun

1 October 2016 05:52 WIB
 
0
Seskab menjawab pertanyaan usai Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (30/9) sore.
Humas Setkab.GO.ID
Seskab menjawab pertanyaan usai Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (30/9) sore.

SUMEDANGONLINE: Meskipun periode pertama kurang satu hari lagi (30 September), hingga Jumat (30/9) pagi, uang tebusan yang diraih dari program pengampunan pajak atau tax amnesty telah mencapai Rp 95,6 triliun.
Diperkirakan saat periode pertama tax amnesty ini ditutup malam nanti, jumlah uang tebusan akan menembus Rp 100 triliun.
“Alhamdulillah kalau kita lihat hasil yang ada, terus terang melebihi dari ekspektasi atau harapan, karena ini baru periode pertama, masih ada periode kedua dan ketiga,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung usai Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta,  Jumat (30/9/2016) sore.
Seskab menjelaskan, pada hari terakhir ini, jumlah peserta yang mengikuti program pengampuan pajak  luar biasa besar, sampai server-nya itu hang. Sehingga tidak diketahui berapa nilai harta yang di-declare secara real time hari ini.
Mengenai keberhasilan program tax amnesty itu sendiri, Seskab mengemukakan tiga faktor pendukung, pertama karena Presiden memimpin secara langsung program ini. “Baik sosialisasi maupun ke lapangan dan sebagainya, sehingga inilah menimbulkan kepercayaan yang ada dalam masyarakat,” ujarnya.
Yang kedua, menurut Seskab, tentunya tidak lepas dari kerja  Menteri Keuangan dan timnya yang sangat kredibel dan solid. Yang ketiga adalah petugas pajak yang bekerja sangat all out.
“Nah, karena faktor 3 ini menimbulkan adanya trust, kepercayaan dari dunia usaha dan juga para wajib pajak. Sehingga mereka yang belum menjadi wajib pajak menjadi wajib pajak baru. Kemudian yang sudah menyimpan hartanya di luar negeri maupun di dalam negeri pada saat ini di deklarasikan,” terang Pramono.
Dengan melihat angka yang dicapai dalam program tax amnesty ini, menurut Seskab, ini menunjukkan sekarang kita memang nomor satu di dunia, dimana saja, baik untuk deklarasi, baik untuk repatriasi, baik untuk presented terhadap GDP. “Jadi ini angka yang luar biasa. Dan akan tetap kita pantau untuk hari ini,” tuturnya.
Untuk tahap kedua dan berikutnya, dengan pengalaman yang ada Seskab Pramono Anung meyakini akan lebih baik.(FID/ES)