Wow, harga cabai tembus diatas 300 persen

30 October 2016 08:13 WIB
 
4
Ilustrasi
istimewa
Ilustrasi

SUMEDANGONLINE: Tingginya curah hujan menyebabkan petani cabai merugi. Itu terjadi lantaran banyak cabai yang harusnya siap panen ternyata busuk. Hal itu berimbas pada distribusi, dan tingginya harga jual cabai ditingkat pedagang. Seperti terjadi di Pasar Sandang Sumedang, harga cabai melonjak lebih dari 300 persen.

Memasuki musim penghujan, harga cabai di beberapa pasar di Kabupaten Sumedang melonjak tajam. Harga berbagai macam cabai bahkan naik lebih dari 300 persen dari harga semula. Seperti dikatakan, Surwati, pedagang di Pasar Sandang Sumedang, dia menyebutkan sebelumnya ia menjual cabai keriting dikisaran Rp 15 ribu per kilogram, namun kini seiring stok yang berkurang perempuan 52 tahun itu menjual cabai ke tingkat pengecer dengan harha jual Rp 50 ribu per kilogram.
“Untuk cabai merah besar biasanya dijual Rp 20 ribu, untuk sekarang Rp 50 ribu,” ujarnya saat ditemui wartawan.
Lanjut dia, untuk cabai rawit merah harga normal Rp 20 ribu naik menjadi Rp 45 per kilogram, dan cabai rawit hijau harga normal Rp 13 ribu naik menjadi Rp 35 ribu per kilogram.
“Harganya kemungkinan bisa naik lagi, karena stok barangnya sedikit,” imbuhnya.
Meski tak mengetahui secara persis penyebab, kenaikan harga itu, Surwati, memperkirakan hal itu dipicu banyakna tanaman cabai yang rusak akibat terkena air hujan dengan intensitas tinggi.
Petani cabai di Kecamatan Wado, Asep, membenarkan pada musim penghujan ini meski harga jual cabai tinggi namun produksi menurun. Hal itu dipicu tingginya curah hujan menyebabkan banyal cabai yang busuk dan terkena penyakit.***

4 COMMENTS