Workshop Pengelolaan Keuangan Desa Berakhir di Jatinunggal

1 September 2016 23:14 WIB
 
0
Bupati Sumedang, H Eka Setiawan, saat menutup Workhsop Pengelolaan Keuangan Desa yang diselenggarakan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA).
Humas Setda Sumedang
Bupati Sumedang, H Eka Setiawan, saat menutup Workhsop Pengelolaan Keuangan Desa yang diselenggarakan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA).
loading...

SUMEDANGONLINE, JATINUNGGAL: Workhsop Pengelolaan Keuangan Desa yang diselenggarakan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Kabupaten Sumedang berakhir di Kecamatan Jatinunggal dan ditutup secara resmi oleh Bupati H. Eka Setiawan, Rabu (31/8).
Penutupan turut dihadiri oleh Kepala BPKA Ramdan Ruhendi Dedi beserta jajarannya dan para narasumber workshop yang terdiri atas unsur Inspektorat, BPMPDKBPP, Bappeda dan BPKA sendiri. Sementara peserta workshop meliputi para Camat, Kades, Sekdes dan Kasi Keuangan di tiga kecamatan yakni Jatinunggal, Wado dan Cibugel.
Kegiatan yang bertempat di Gedung Serba Guna Desa Tarikolot tersebut adalah yang kelima sekaligus terakhir digelar setelah sebelumnya dilaksanakan secara berkeliling selama seminggu dimulai dari Kecamatan Tanjungsari, Ujungjaya, Cisitu, dan Cimalaka.
Bupati H. Eka Setiawan mengharapkan agar hasil dari workshop tersebut dapat diaplikasikan oleh para aparatur desa di wilayahnya masing-masing sebagai pedoman dalam menyusun APBDes. “Dana dari pemerintah ke desa angkanya terus meningkat. Untuk itu, diperlukan pengelolaan keuangan yang lebih serius dan benar-benar bisa dipertanggungjawabkan. Inilah alasan dilksanakannya workshop ini,” ujarnya.
Menurutnya, pembekalan tersebut bukan berarti meragukan kemampuan para aparatur desa dalam mengelola anggaran desanya, namun lebih kepada kehati-hatian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Sekecil apapun jumlahnya, itu adalah uang negara. Saya tidak mau ada aparat desa yang tersandung masalah karena persoalan administrasi yang tidak benar apalagi sengaja melanggar,” katanya.
Mengingat para peserta workshop berasal dari lokasi genangan Waduk Jatigede, Bupati berpesan agar mereka mampu mengubah keadaan yang ada menjadi peluang untuk memajukan daerahnya. “Memang dampak dari pembangunan Waduk Jatigede ini masih menyisakan banyak persoalan. Namun diharapkan kita bisa mengambil sisi positif dan manfaatnya serta mengurai permasalahan tersebut,” ucapnya.
Aparat desa sebagai garda terdepan pemerintah diharapkan mampu memberdayakan warganya dalam mengembangkan potensi yang ada di wilayahnya khususnya dengan keberadaan Waduk Jatigede. “Dari Waduk Jatigede ini telah teumbuh usaha-usaha baru milik warga seperti warung-warung makan dan wisata air. Apabila pemerintahan desa bisa turut mengelolanya dengan baik, tentu akan menjadi sumber pendapatan bagi desa dan warganya,” tutur Bupati.
Oleh sebab itu, Bupati beserta jajarannya berencana melakukan tur mengelilingi wilayah genangan untuk melihat berbagai potensi yang mungkin bisa dikembangkan. “Kita coba mencari inspirasi dan gagasan dengan berkeliling di seputar wilayah Waduk. Kalau perlu, kita tidur di tepian Waduk,” ungkapnya.(*/hms)