Warga Dua Desa Akan Manfaatkan Sabo Dam

27 May 2011 19:52 WIB
 
BERMANFAAT : Warga Desa Banjarsari dan Desa Sukamanah akan mendapatkan manfaat dari pembangunan Sabo Dam di Sungai Cicacaban yang terletak diperbatasan desa keduanya itu. (Foto:bonang)

WADO, Warga Desa Banjarsari dan Desa Sukamanah akan mendapatkan manfaat dari pembangunan Sabo Dam di Sungai Cicacaban yang terletak diperbatasan desa keduanya itu, setelah pembangunan rampung.

Sabo Dam yang merupakan program dari Balai Besar Wahana Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung itu berfungsi untuk menangkal sedimentasi sungai, nantinya akan difungsikan juga sebagai irigasi tersier untuk kepentingan pengairan sawah di dua desa itu. Selain itu, manfaat  yang bisa diambil ialah mengantisipasi erosi bibir sungai, dan yang terpenting menjadi lahan mata pencaharian, yang memanfaatkan pasir dari endapan Dam.

Hal itu dikatakan Yayan Sopiandi ST, Manager pelaksana bangunan di lokasi, Jumat (27/5).

Menurut Yayan, Pembangunan Sabo Dam merupakan program rangkaian penunjang Proyek Jatigede yang berbasis pemberdayaan ke masyarakat.

“Selain fungsi sebagai teknis penunjang proyek, juga peluang pemberdayaan masyarakat setempat, satu contoh untuk irigasi pengairan sawah,” ujarnya.

Yayan mengatakan dipilihnya sungai Cicacaban sebagai program Sabo Dam, atas permintaan dari desa untuk dijadikan kepentingan yang bermanfaat kedepannya.

“Kebetulan pihak desa yang mengajukan ke BBWS,” imbuh Yayan

Sementara itu Kepala Desa Banjarsari, Aan Taryana, menyambut baik akan direalisasikannya Sabo Dam di Sungai Cicacaban, menurutnya, kedepan warga bisa memanfaatkannya berbagai keperluan.

“Itu upaya kami,untuk membuka peluang-peluang bagi kepentingan warga, seperti irigasi memang sangat diperlukan untuk warga disini, dan yang katanya bisa jadi peluang lain yakni warga bisa memanfaatkan pasir endapan dar Sabo Dam Cicacaban nanti, itukan berarti peluang usaha,” papar Aan

Aan berharap warga juga membantu swadaya, “Saya minta warga aktif membantu pengerjaan, semuanya kan demi kepentingan warga juga,” ungkapnya. (Nan)***

BACA JUGA  Batik Sumedang tinggal Nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.