Warga Ciumpleng, Ogah Direlokasi

30 November 2012 09:58 WIB
 
1
AMBIL AIR – Uyi terpaksa mengambil air dari mata air di wilayah Ciumpleng, dengan kompan, karena sumurnya turut amblas. Uyi berharap pemerintah segera membangun irigasi di Ciumpleng, karena mereka akan kembali ke Ciumpleng.

CISITU – Sebagian warga di RW 04, Dusun Ciumpleng, Desa Cinangsi, Kecamatan Cisitu, yang merupakan korban terparah dari bencana pergerakan tanah amblas dua tahun lalu, memastikan diri tak akan menempati rumah relokasi yang diberikan pemerintah. Selama rumah yang dibangun pemerintah tersebut lebih membahayakan daripada wilayah yang terkena bencana.

“Bukan tak mau menerima, mau saya terima asal pembangunannya memang layak untuk ditinggali oleh manusia. Sekarang, kalau saya menempati rumah-rumah tersebut justru lebih parah daripada di sini yang terkena bencana. Apalagi sekarang musim hujan, petir kerap terdengar sangat keras, bagi saya yang sudah tua, merasa takut,” ujar Uyi (60), warga RT 03, RW 04, Desa Cinangsi, Kecamatan Cisitu, ditemui Sumedang Ekspres, Kamis (29/11).

Istri dari ketua RT 03 pun lebih lanjut mengatakan buruknya kualitas pembangunan untuk korban bencana pergerakan tanah amblas, disinyalir karena membengkaknya jumlah rumah yang harus dibangun pihak pengembang. Padahal menurut Uyi, jumlah yang terkena bencana sebenarnya hanya 160 Kepala Keluarga (KK), 12 KK diantaranya dari RW 03, Dusun Ciumpleng. Sementara pemerintah melalui pihak pengembang membangun perumahan sebanyak 503 bangunan untuk 503 KK.

PROMO CONTENT
loading...

1 COMMENT