Warga Cinangsi Belum Pindah

16 January 2012 07:48 WIB
 
Sejumlah warga Korban Bencana Alam (KBA) pergerakan tanah lambat di Dusun Ciumpleng, Desa Cinangsi, Kecamatan Cisitu, sejauh ini belum menempati lokasi transmigrasi lokal (translok) di Komplek Babakan Kodim, Desa Linggajaya, Kecamatan Cisitu. Pada umumnya warga mengaku belum ditempatinya rumah pemberian dari Kementerian Sosial yang dibangun oleh TNI itu akibat fasilitas umum (Fasum), seperti listrik dan air bersih belum tersedia.
Sejumlah warga Korban Bencana Alam (KBA) pergerakan tanah lambat di Dusun Ciumpleng, Desa Cinangsi, Kecamatan Cisitu, sejauh ini belum menempati lokasi transmigrasi lokal (translok) di Komplek Babakan Kodim, Desa Linggajaya, Kecamatan Cisitu. Pada umumnya warga mengaku belum ditempatinya rumah pemberian dari Kementerian Sosial yang dibangun oleh TNI itu akibat fasilitas umum (Fasum), seperti listrik dan air bersih belum tersedia.
Sejumlah warga Korban Bencana Alam (KBA) pergerakan tanah lambat di Dusun Ciumpleng, Desa Cinangsi, Kecamatan Cisitu, sejauh ini belum menempati lokasi transmigrasi lokal (translok) di Komplek Babakan Kodim, Desa Linggajaya, Kecamatan Cisitu. Pada umumnya warga mengaku belum ditempatinya rumah pemberian dari Kementerian Sosial yang dibangun oleh TNI itu akibat fasilitas umum (Fasum), seperti listrik dan air bersih belum tersedia.

CISITU – Sejumlah warga Korban Bencana Alam (KBA) pergerakan tanah lambat di Dusun Ciumpleng, Desa Cinangsi, Kecamatan Cisitu, sejauh ini belum menempati lokasi transmigrasi lokal (translok) di Komplek Babakan Kodim, Desa Linggajaya, Kecamatan Cisitu. Pada umumnya warga mengaku belum ditempatinya rumah pemberian dari Kementerian Sosial yang dibangun oleh TNI itu akibat fasilitas umum (Fasum), seperti listrik dan air bersih belum tersedia.

“Kami berterima kasih pada TNI yang sudah membangunkan rumah di sini, meski sampai saat ini saya belum dapat menempatinya, termasuk yang lainnya juga, untuk sementara belum berani menempati, karena belum adanya fasilitas umum, seperti listrik dan air bersih, tetapi kalau fasum sudah ada kami pun akan menempati segera,” ungkap Muna Sukarna (53) warga RT 01 RW 04, Dusun Ciumpleng, Desa Cinangsi, Kecamatan Cisitu, yang menempati rumah di Babakan Kodim, Blok A-007, Desa Linggajaya, Kecamatan Cisitu, ditemui Sumeks di lokasi Translok, Minggu (15/1).

Selain itu Muna pun berharap, rumah yang ditempatinya di Blok A-007, agar dapat ditinjau kembali karena kondisinya saat ini sudah miring dan ada beberapa retakan, selain rumah Muna, rumah lainnya milik Eman Kosim di Blok A-008 dan Endang di Blok A-009 hampir bernasib sama, bahkan untuk rumah Eman dan Endang terpaksa harus ditugeng dengan bambu.

“Kalau datangnya tadi pagi masih ada Pak Eman dia itu Purnawirawan TNI, cuman tadi Pak Eman sempat ngobrol dengan saya dan bertanya apakah masih ada perbaikan dari TNI karena rumahnya retak-retak dan sudah miring bahkan ditugeng,” kata Muna.

Lain dengan Elis (31), ibu rumah tangga ini selain berharap adanyan fasum listrik dan air bersih dengan segera, ia pun berharap Pemerintah Kabupaten Sumedang agar segera membangunkan Gedung SD Pabuaran di lokasi translok. Dengan dibangunnya kembali Gedung SD Pabuaran tidak hanya menguntungkan warga translok, pun dengan penduduk sekitar, seperti warga Cicapar, Desa Linggajaya.

BACA JUGA  Pelaku pencuri mobil, dikejar warga malah kabur ke sawah

“Sarana pendidikan itu sangat penting, kalau memang kami harus segera dipindahkan, karena untuk ke sekolah terdekat di SD Kawungluwuk itu jauh sekitar 2 kilometer dari sini kalau naik ojeg PP Rp 20 ribu, tapi kalau ada angkutan umum sih masih mending,” harap Elis.

Harapan lainnya datang dari Asep Cahya dan beberapa warga sekitar Blok A, mereka pun berharap Pemerintah untuk membangunkan Tembok Penahan Tanah (TPT), mereka khawatir kelabilan tanah di lokasi translok dapat menimbulkan musibah longsor, seperti terjadi beberapa waktu lalu.

Warga Cinangsi berbondong ke lokasi translok setiap hari Minggu untuk bersih-bersih, bahkan ada pula yang mulai menanam tanaman seperti singkong di belakang rumahnya, anak-anak KBA pun sudah mulai tampak tersenyum dan bermain.

Sementara itu dari pantauan Sumeks dilokasi translok, saat ini PLN sudah menanam beberapa tihang listrik meskipun belum memiliki kabel. Namun seperti janji Bupati Sumedang, Don Murdono, saat pembukaan Komplek Babakan Kodim beberapa waktu lalu, Don menjanjikan untuk listrik akan menyala pada bulan Januari 2012 ini.(igun gunawan)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.