WABUP BUKA PORSEBA CUP X

29 May 2011 19:12 WIB
 
0
1141

REHAB : WAKIL BUPATI SUMEDANG MENANDATANGANI PIAGAM BANTUAN SENILAI RP 40 JUTA UNTUK REHAB LAPANG TANUWIJAYA, SITURAJA. (FOTO:IGUN/SO)

SITURAJA, Wakil bupati Sumedang, Taufik Gunawansyah S.Ip, memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap penyelenggaran Persatuan Olahraga dan Seni Babakan Bandung (Porseba) Cup ke-10 yang diselenggarakan di lapang sembada Tanu wijaya, Kecamatan Situraja, dalam sambutannya, ia sempat mengkritisi penyelenggaraan persepakbolaan di Sumedang, top level organisasi Persatuan Sepakbola Sumedang (Perses) sejauh ini, menurutnya, belum mampu menyelenggarakan kejuaran antar klub, padahal tugas penyelenggaraan pertandingan antar klub itu mutlak menjadi tanggung jawab Perses.

“saya selaku wakil bupati Sumedang, memberikan apresiasi yang tinggi atas penyelenggaraan Porseba cup ke-10, yang konsisten dari tahun ke tahun, ini merupakan prestasi yang luar biasa, karena tidak mudah bagi sebuah penyelenggara untuk mempertahankan sebuah perlombaan apalagi selama 10 kali. Bahkan top organisasi sepakbola kabupaten Sumedang pun belum mampu menyelenggarakan kejuaran antar klub yang seharusnya merupakan kewajibannya. Oleh karena itu saya kira nanti saya ingin sampaikan kepada Perses, kalau memang Perses tidak mampu menyelenggarakan sendiri turnamen antar klub yang menjadi anggeda Perses, sudah saja Perseba Cup diangggedakan menjadi kalender Perses”, paparnya dihadapan 91 klub dan ribuan warga masyarakat kecamatan situraja dan Cisitu, yang memadati prosesi pembukaan Porseba, Minggu (29/05) kemarin.

Selain wakil bupati Sumedang, pembukaan tournament yang sudah merupakan agenda tahunan Porseba tersebut sempat pakum, karena berbenturan dengan pemilihan kepala daerah tahun 2009 – 2010, juga dihadiri muspika kecamatan Situraja dan Cisitu, sementara perwakilan DPRD Sumedang, diwakili Dapil IV Agus Hermawan M.Ag.

Menurut ketua pelaksana Porseba Cup ke-10, Asep Dedi Wardiat, pelaksanaan pertandingan akan berlangsung mulai tanggal 01 Juni 2011 hingga 24 Juli 2011, dengan sistem pertandingan menggunakan sistem gugur.

“diambilnya sistem gugur karena pelaksanaan pertandingannya sendiri hanya 56 hari, karena awal Agustus sudah puasa, meskipun banyak diantara klub yang menginginkan setengah kompetisi”, ungkapnya.

Pertandingan yang menghabiskan anggaran Rp 114 Juta, bersumber dari Anggran Porseba, Swadaya Murni masyarakat, dan sponsor. Dedi, bahkan mengatakan, hingga sejauh ini pihaknya belum mendapatkan kucuran dana dari pihak kabupaten Sumedang.

Sementara itu menyinggun hadiah dalam tournament itu, Dedi, menyebutkan, hadiah pertama akan mendapatkan piala bergilir, trophy, dan uang pembinaan senilai Rp 5 juta, juara kedua akan mendapatkan piala dan trophy serta uang pembinaan senilai Rp 3 juta, juara ketiga akan mendapatkan piala, trophy dan uang pembinaan senilai Rp Rp 2 juta, selain itu, lanjutnya, akan ada hadiah untuk pemain berbakat, pencetak gol terbanyak, team fair play.

Selain prosesi pembukaan acara diisi dengan penyerahan bantuan untuk rehab lapang Tanuwijaya, senilai Rp 40 juta. Setelah penampilan kesenian khas Situraja mewarnai pembukaan porseba cup. Bahkan pada pementasan tari umubul yang ditampilkan oleh gabungan pelajar di Situraja, wakil Bupati dan perwakilan DPRD Sumedang, serta muspika kecamatan Situraja, sempat memberikan saweran dan berdecak kagum.(cr4)