VARIETAS HIBRIDA RENTAN HAMA

8 July 2011 00:56 WIB
 
Hom Hom Varietas Hibrida rentan hama. Foto:igun gunawan/fitriyani

SITURAJA – Adanya laporan Varietas hibrida rentan akan hama dan penyakit setelah berdiskusi dengan sejumlah petani, mahasiswa dan pelajar dalam Sosialisasi Tentang Karantina, demikian dikatakan Kepala Karantina Pertanian UPT Karantina Bandung, Him Hom SP, MP.

“Sejauh ini kami baru akan melakukan pemantauan, apakah ini hama penyakit asing, ataukah yang sudah ada.” Kata Hom Hom usai memberikan pemaparan di hadapan 150 peserta Sosialisasi Tentang Karantina yang diikuti Pelajar, Mahasiswa, perwakilan kelompok tani dan umum bertempat di CV Srijaya (H Endang) Jl. Situraja KM 14 Desa Pasirimpun No. 309, Rabu (06/07) kemarin.

Kegiatan dalam rangka bulan bhakti Karantina Pertanian tersebut bertujuan agar para petani dipedesaan lebih memahami tugas dan fungsi karantina, sehingga apabila petani ada masalah dalam hal budidaya maupun benih dan import benih dapat berhubungan dengan karantina pertanian.

“Jadi, bagaimana caranya petani ini memahami tugas dan fungsi karantina, sehingga apabila petani ada masalah dengan budidaya, dengan benih atau dengan import benih, dapat berhubungan dengan karantina pertanian, jadi sasarannya lebih ke petani di pedesaan,” paparnya.

Di Sumedang sendiri menurut penilaiannya sangat berprospektif terhadap pertanian, karena Sumedang merupakan sentra pembenihan lokal, seperti benih kacang kedelai, kacang tanah dan padi, yang dikirim ke daerah-daerah lain, seperti ke sumatera.

Bahkan menurutnya, beberapa produk unggulan Sumedang telah menembus pangsa pasar eksport seperti umbi Cilembu.”Nah, bagaimana agar ubi Cilembu itu tidak ditolak oleh luar negeri, maka karantina terjun ke petani jangan sampai penyakit lanas (protemea sp) itu menyerang petani,” ungkapnya.

Sementara itu untuk jenis benih yang telah di sertifikasi Balai Pengelolaan Sertifikasi Benih (BPSB) untuk kabupaten Sumedang diantaranya, benih kacang tanah, kadele dan padi.

BACA JUGA  Mayat Pria Tak Dikenal Ditemukan Dalam Gorong - gorong

Menyinggung masalah pemantauan hama penyakit, menurutnya, di karantina sendiri telah ada bagian yang bertugas untuk memantau hewan atau tumbuhan yang dicurigai membawa hama penyakit, petugas tersebut akan mengambil sample langsung dari lokasi untuk diteliti, sementara untuk karantina di pelabuhan adalah dengan cara pemeriksaan dengan pengambilan sample di pintu-pintu pemasukan atau di gudang-gudang penimbunan karantina.

“Apabila dari hasil pengujian laboratorium ternyata ada hama penyakit tumbuhan atau hewan, kami langsung melakukan penolakan, apabila sipemilik tidak mau melakukan re-eksport, kami melakukan pemusnahan,” ungkapnya.(igun gunawan)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.