Urat Malu Anggota DPRD Putus

25 July 2011 14:36 WIB
 
0

KOTA – Menanggapi ketidak hadiran anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar dan Demokrat dalam Sidang Paripurna DPRD Sumedang tentang Pandangan Umum Fraksi terhadap nota Pengantar Bupati perihal Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), diantaranya membahas tata ruang wilayah kabupaten Sumedang tahun 2011-2031, usaha pertambangan mineral bukan logam dan bebatuan serta pengelolaa air tanah, yang dilaksanakan pada Jumaat (22/07) lalu.

Ketua Barisan Rakyat Sumedang Anti Korupsi, Abah Jeep, kepada reporter SumedangOnline, Maulana Yaksa Media, mengatakan ‘urat malu’ anggota dewan yang merupakan pilihan rakyat sudah terputus.

“Saya rasa para anggota dewan ini sudah tidak lagi mempunyai rasa malu terhadap masyarakatnya. Buktinya mereka seolah tidak menganggap penting lagi agenda-agenda sidang paripurna yang seyogyanya menjadi sarana penting dalam menyampaikan aspirasi rakyat,” tandasnya saat dihubungi melalui telpon genggamnya.

Dikatakan Abah, disaat kepercayaan masyarakat terhadap institusi DPRD tengah berada dititik paling rendah, harusnya para anggota dewan tersebut bisa memperlihatkan kinerjanya dengan baik demi kepentingan rakyat. Sehingga kedepannya, kepercayaan masyarakat yang hampir hilang ini lambat laun bisa pulih kembali.

“Tapi sekarang apa yang terjadi, boro-boro turun ke bawah untuk mengetahui keinginan atau menampung aspirasi masyarakat secara langsung. Hanya sekedar duduk manis dikursi sidang pun mereka sudah terkesan malas. Sekalinya hadir atau ngantor, paling juga kalau ada pencairan keuangan saja,” tegasnya, seraya menambahkan, anggota dewan seperti ini sebaiknya tidak usah dipilih kembali pada pemilu legeslatif mendatang.