Trauma healing untuk anak-anak korban

23 September 2016 17:59 WIB
 
0

SUMEDANGONLINE: Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa, menemui para korban banjir dan tanah longsor di lokasi pengungsian GOR Tajimalela, Kamis (22/9). Kedatangan Mensos untuk memastikan, anak-anak korban tanah longsor mendapat terapi psikososial berupa trauma healing dan trauma counseling pasca bencana yang terjadi Selasa (20/9) di daerah Cimareme dan Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan.
“Tugas Kementerian Sosial adalah memastikan para pengungsi dapur umumnya aman dana anak-anak mendapat trauma healing dan trauma counseling,” ujarnya.
Lanjut dia, baik trauma healing maupun counseling diperlukan untuk membangun kembali mental para korban, khususnya anak-anak. “Terhadap anak-anak, terapi ini dilakukan dengan membangun kelompok bermain dan belajar seperti kegiatan menggambar yang sedang dilakukan sekarang ini,” tuturnya.
Menteri pun meminta beberapa anak untuk memperlihatkan hasil menggambar mereka dan berbincang-bincang atas apa yang mereka gambar.
“Apa yang digambar oleh anak-anak (korban bencana) merupakan cerminan suasana hati mereka. Dari gambar itu, ahli terapi dan konseling bisa memahami apa yang mereka rasakan dan bisa menentukan jenis terapi yang dibutuhkan,” ucapnya.
Program terapi psikososial yang dilakukan oleh Taruna siaga Bencana (Tagana) dengan dibantu oleh Pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) tersebut sudah dicanangkan beberapa waktu lalu di Balikpapan. “Saat ini sudah ada 320 Tim Tagana yang memiliki skill dalam terapi psikososial. Program ini dicanangkan beberapa waktu lalu pada Jamnas Tagana di Balikpapan,” ungkap Mensos.
Mensos juga menyampaikan kemungkinan adanya relokasi bagi warga pengungsi ke tempat yang aman.
“Ketika ditanya apakah mereka akan memilihh menetap di situ ataukah pindah ke tempat yang aman, semua yang saya tanya menjawab ingin pindah ke tempat yang aman. Maka proses relokasi menjadi opeso strategis penanganan bencana ini,” katanya.
Dikatakan, pemerintah pusat biasanya akan menyediakan anggaran untuk pengadaan rumahnya sedangkan lahannya oleh Pemkab.
“Saya telah komunikasikan dengan Kementerian PU dan Perumahan Rakyat untuk relokasi ini, termasuk untuk yang di Garut. Kalau lahannya sudah siap, relokasi sudah bisa dimulai,” terangnya.***