Tim penilai UKS sebut SMKN Situraja bagai mutiara dalam lumpur

24 October 2016 21:15 WIB
 
1
Tim penilai Lomba Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) saat berada di SMKN Situraja, Senin (24/10/2016).
Pitriyani
Tim penilai Lomba Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) saat berada di SMKN Situraja, Senin (24/10/2016).

SITURAJA – Tim penilai Lomba Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), memberikan apresiasi luar biasa terhadap usaha yang telah dilakukan SMK Negeri Situraja sebagai perwakilan SMK dari Kabupaten Sumedang ke tingkat Provinsi Jawa Barat. Ketua tim penilai, Teddy Hidayat, menyebutkan peluang cukup besar bagi SMK yang berada di Desa Sukatali, Kecamatan Situraja itu.
“Kemungkinan untuk menang bisa-bisa saja, selama persainganya tidak terlalu ketat. (Karena) kita, dibagi lima wilayah dari wilayah 1 sampai 5. Dari wilayah itu salahsatu akan ditunjuk menjadi pemenang. Juara satu per-wilayah baik tk, sd, smp, sma/smk,” kata Tedi pada reporter SumedangOnline, saat penilaian berlangsung, sore tadi.
Untuk lolos ke tahap selanjutnya, SMKN Situraja masih menunggu penilaian tim juri yang akan melakukan penilaian di Wilayah Priangan Timur, seperti di Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Bandung Barat.
“Siapa juaranya smk-nya, siapa sd-nya, siapa smp-nya. Peluang itu semua ada, tapi kita mau lihat bagaimana besok. Bagaimana Kabupaten Tasik, Ciamis, Bandung Barat (karena) ini rivalnya di situ,” ungkapnya.
Tedi juga menyebutkan, tujan diadakannya lomba UKS sendiri agar menjadi sekolah yang sehat, dan bersih. “Sekarang masyarakat menuntut sekolah yang bersih, menuntut sekolahnya yang genah, mernah. Engga lagi siswa masuk wc bau. Dan ini, mengakomodir keinginan masyarakat, maka masyrakat itu akan memburu sekolah-sekolah yang bersih,” ujarnya.
“Saya kira di (SMKN) Situraja ada sekolah yang sebagus ini. Sebut saja mutiara di dalam lumpur,” tambahnya.
Sedangkan aspek yang ditilai, menurut tedi, yang pertama bagaimana pendidikan kesehatan yang diberikan sekolah kepada anak-anak didiknya. kedua, pelayanan kesehatanya dilakukan apa tidak pada anak remaja, kesehatan remaja dan sebagainya.
“Kemudian, lingkungan sekolahnya bersih tidak. Kalau bersih itu harus menjadi budaya, budaya bersih, sehat. Tiga hal tersebut yang dilihat selain itu administrasi, apakah terprogram atau tidak. Memiliki perencanaan yang baik atau tidak. Kalau anak-anak nya sehat maka mutu lulusannya akan bagus,” jelasnya.
Setelah peninjauan Tedi mengatakan SMK Situraja, masuk dalam kategori sekolah bersih. “Saya keliling, tidak menemukan sampah dan tidak menemukan kuntung roko. Kalau ada kuntung roko lima menit saya langsung pulang di sekolah ini. Kita tidak menemukan,” ungkapnya.
Dia mengatakan untuk tidakan lanjut ke depaan pihaknya akan mengadakan pembinaan termasuk kekurangan-kekurangan akan terus diperbaiki.
“Karena ini proses pembinaan,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri Situraja, Dra. Elis Herawati,M.Pd, untuk menghadapi perlombaan itu, pihaknya telah bekerja secara maksimal.Termasu mengolah mental dan mengarahkan anak didiknya untuk berprilaku hidup bersih dan sehat.
“Itu tidak mudah, sampai-sampai kita melakukan peninjauan dua kali dalam sehari untuk melihat gerak-gerik siswa dalam berprilaku hidup bersih,” tuturnya. (pit)

1 COMMENT