Tenaga Penyuluh Berjuang Jadi PNS Bersama Herman dan Maruarar

17 March 2016 13:56 WIB
 
0
Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL TBPP) sangat bermanfaat bagi petani dalam hal meningkatkan produktifitas
Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL TBPP) sangat bermanfaat bagi petani dalam hal meningkatkan produktifitas

SUMEDANG ONLINE, JAKARTA – Kehadiran Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL TBPP) sangat bermanfaat bagi petani dalam hal meningkatkan produktifitas. Para penyuluh THL TBPP ini secara konsisten mendampingi para petani untuk mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan nasional.
“Sebagaimana disaksikan langsung oleh saya di Subang, Majalengka dan Sumedang. Para THL TBPP ini juga melakukan penyuluhan terkait dengan imigrasi, pupuk, dan lain-lain. Mereka juga bermanfaat dalam meningkatkan sumber daya petani,” kata anggota Komisi XI dari Fraksi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait, usai menerima kedatangan puluhan THL TBPP di Ruang Tamu Komisi IV, gedung DPR di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Selasa, 15/3).
Kedatangan THL TBPP ini untuk menyampaikan aspirasi kepada DPR terkait dengan nasib mereka. Mereka, yang sudah mengabdi bertahun-tahun, berharap diperhatikan pemerintah. Mereka berharap bisa diangkat segera menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Selain oleh Maruarar, mereka juga diterima oleh Wakil Ketua Komisi IV dari Fraksi Demokrat Herman Khaeron. Di ruang tamu Komisi IV, perwakilan dari Forum Komunikasi THL-TBPP Nasional pun berdialog langsung dengan Herman dan Maruarar.
Ketua Forum Komunikasi THL-TBPP Nasional, Dedi Alfian, mengatakan bahwa saat ini ada harapan pihaknya ada 10 ribu THL, dari 23 ribu, secara bertahap menjadi PNS. Sisanya secara bertahap juga diharapkan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) sebelum akhirnya menjadi PNS.
Dedi mengatakan bahwa informasi yang diterima pihaknya, pengangkatan 10 ribu PNS ini kini tinggal menunggu Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP). Ia pun berharap RPP ini segera tuntas dengan parameter dan kriteria yang sudah ditetapkan pihak Kementerian.
Herman Khaeron mengatakan bahwa persolan ini merupakan tanggung jawab Komisi IV. Ia memastikan akan mengawal proses ini. Ia mengatakan, berdasarkan dengan rapat gabungan, bahwa pengangkatan PNS ini mentok di tingkat Perpres.
“Kalau Menpan sudah oke. Nah kita berharap Pak Maruarar, yang kita tahu sama-sama berjuang untuk rakyat, bisa mengkomunikasikan hal ini dengan pemerintah. Pak Maruarar bisa bantu kawal di level pemerintahan sebagai fraksi pemerintah,” ungkap Herman.
Untuk memastikan pokok persoalan, Maruarar pun langsung menelpon Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokras (Menpan-RB) Yuddy Chrisnadi. Kepa.da Yuddy, Maruarar meminta izin untuk mengeraskan suara handphone akan bisa juga didengarkan para THL-TBPP yang hadir.
Melalui sambungan telepon, Yuddy mengatakan bahwa moratorium pengangkatan PNS dilakukan kecuali untuk 18 THL Aktif, termasuk THL TBPP. Namun demikian, pihak Kemenpan-RB mengangkat THL TBPP menjadi proses evaluasi kinerja terhadap THL-TBPP yang akan dilakukan Kementerian Pertanian. Dari hasil seleksi tersebut nantinya yang akan diajukan untuk menjadi PNS.
“Yang paling tahu siapa dimana yang akan menjadi PNS adalah pihak Kementan. Misalnya Kementan memberikan kriteria, akan diutamakan yang panennya paling berhasil atau dinilai dari hasil produksi pertanian. Dan tidak benar bila RPP ini ditolak Presiden. yang terjadi adalah lagi dalam proses sinkronisasi dengan Kementerian Hukum dan HAM. Sebab ada bagian-bagian administratif yang harus disinkronkan dan diperbaiki,” jelas Yuddy.
Setelah mendapat penjelasan Yuddy, Maruarar pun langsung menghubungi Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly. Kepada Laoly, Maruarar pun meminta izin untuk mengeraskan suara dan agar bisa berdialog dengan perwakilan THL TBPP.
Dalam penjelasnnya, Laoly mengatakan bahaw UU ASN dibuat pada pemerintahan masa lalu. Karena itu, pihaknya saat ini sedang melakukan sinkronisasi RPP sebab memang hal ini tidak mudah. Sebab misalnya terkait dengan UU ASN itu sendiri, maupun misalnya terkait dengan kemungkinan pengalihan anggaran negara.”Jadi pemerintah masih mendalami,” tegas Laoly.
Maruarar mengatakan bahwa ia sangat menghargai pemerintah. Ia juga sangat Menteri Yuddy dan Menteri Laoly yang saat ini sedang melakukan kajian mendalam, baik secara adminiastrasi, legal, maupun secara fiskal.
“Dan ini juga terkait dengan kemampuan negara. Kita berdoa dan bekerja keras sehingga kemampuan negara semakin meningkat sehingga bisa memberi kesempatan kepada THL,” ungkap Maruarar.
Usai berdialog dengan Herman dan Maruarar, perwakilan THL TBPP ini merasa sangat puas. Iyep, dari THL TBPP Jawa Barat, mengatakan bahwa berkat perjuangan Maruarar, ia pun langsung tahu koordinasi di antara kementerian. Dan bahkan langsung menelpon dua menteri. “Kami sangat bangga sekali dengan perhatian dan perjuangan Pak Maruarar,” ungkap Iyep
Hal yang sama disampaikan Asep dari THL TBPP, masih dari Jawa Barat. Ia mengucapkan terimakasih kepada Maruarar yang selalu hadir dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.
“Kami bangga sekali dengan Pak Maruarar. Selama ini kami lihat di televisi, suka keras dalam memperjuangkan rakyat. Kini kami bertemu langsung. Sangat senang sekali bisa bertemu dengan beliau,” ungkap Musnaim dari THL TBPP NTB. (*/rls)