Tanggap Darurat Berakhir, Lanjut Sosialisasi Relokasi Pengungsi ke Huntara

"Pengungsi akan diberi angket untuk menentukan arah minat mereka yakni mana yang ikut ke saudaranya, mana yang kembali ke tempat asal, dan mana yang ke Huntara."
Bupati Sumedang H Eka Setiawan

6 October 2016 02:08 WIB
 
0
Rakor Forkopimda Kabupaten Sumedang di Ruang Rapat Bupati, Gedung IPP, Rabu (5/10), yang membahas hasil rapat teknis penanganan dampak bencana.
Humas Setda Sumedang
Rakor Forkopimda Kabupaten Sumedang di Ruang Rapat Bupati, Gedung IPP, Rabu (5/10), yang membahas hasil rapat teknis penanganan dampak bencana.

SUMEDANGONLINE: Menyusul berakhirnya masa Tanggap Darurat Bencana yang ditetapkan pada tanggal 4 September 2016, Pemerintah Kabupaten Sumedang akan segera mensosialisasikan rencana relokasi warga ke hunian sementara (Huntara) yang berada di Blok Cikoang, Desa Sakurjaya, Kecamatan Ujungjaya.
Hal tersebut disampaikan Bupati H. Eka Setiawan setelah digelarnya Rakor Forkopimda Kabupaten Sumedang di Ruang Rapat Bupati, Gedung IPP, Rabu (5/10/2016), yang membahas hasil rapat teknis penanganan dampak bencana.
Rencananya sosialisasi dilakukan langsung di masing-masing lokasi pengungsian yaitu di Markas Kodim 0610 dan GOR Tajimalela mulai Kamis (5/10/2016). Sedangkan untuk warga yang tidak tidak ikut mengungsi di kedua penampungan tersebut, sosialisasi akan dilaksanakan di Kantor Kecamatan Sumedang Selatan.
Dalam sosialisasi tersebut, akan turut diidentifikasi dan diverifikasi arah minat warga dalam menentukan tempat tinggal sementara selama proses pembangunan hunian tetap.
“Pengungsi akan diberi angket untuk menentukan arah minat mereka yakni mana yang ikut ke saudaranya, mana yang kembali ke tempat asal, dan mana yang ke Huntara,” ucap Bupati.
Dikatakan Bupati, di bawah koordinasi BPBD, sosialisasi tersebut akan turut melibatkan unsur Kodim 0610, Disdukcapil, Dinsosnakertrans, Dinas Ciptarum, Dinas Bina Marga dan SDA, Disdikbud, serta Camat, Lurah dan Kades lokasi bencana.
“Tim ini juga akan memverifikasi administrasi kependudukan warga seperti KK dan KTP sebagai syarat mendapatkan fasilitas selama tinggal di Huntara. Sedangkan arah minat anak-anak sekolah akan mengikuti arah minat orang tuanya,” kata Bupati. (hms)