Tabligh Akbar dan Maghrib Mengaji Ikut Ramaikan Peringatan HSP di Palangka Raya

28 October 2016 07:17 WIB
 
0
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi didampingi Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, dan Ketua Umum BKPRMI Said Aldi Al-Idrus menghadiri dan memberikan sambutan di acara Tabligh Akbar & Maghrib Mengaji Pemuda Remaja Masjid di Masjid Raya Nurul Islam Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (27/10) malam
Humas Menpora
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi didampingi Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, dan Ketua Umum BKPRMI Said Aldi Al-Idrus menghadiri dan memberikan sambutan di acara Tabligh Akbar & Maghrib Mengaji Pemuda Remaja Masjid di Masjid Raya Nurul Islam Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (27/10) malam

SUMEDANGONLINE – KALIMANTAN TENGAH: Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi didampingi Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, dan Ketua Umum BKPRMI Said Aldi Al-Idrus menghadiri dan memberikan sambutan di acara Tabligh Akbar & Maghrib Mengaji Pemuda Remaja Masjid di Masjid Raya Nurul Islam Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (27/10) malam. Menpora mengatakan, saya bukanlah mubaligh yang baik dan hebat. Saya hanyalah seorang santri yang ingin meneruskan perintah-perintah para ulama untuk mengamalkan ilmunya di posisi saya sebagai menteri.
“Generasi Islam kelak ketika diberi kepercayaan maka laksanakan kepercayaan itu dengan sebaik-baiknya dan seikhlas mungkin. Bukankah Indonesia ini merdeka karena peran ulama, para tokoh Islam. Itu karena keikhlasan para pejuang bangsa ini,” ucap Imam dalam siaran pers yang diterima redaksi.
“Di momentum Hari Sumpah Pemuda ini, saya mengajak kepada pemuda Islam untuk berbuat yang terbaik untuk Indonesia. Berbuatlah dengan ikhlas karena suatu saat generasi yang akan datang juga akan menikmati hasil perjuangan kita ini,” tambahnya.
Dulu jika habis magrib, lanjut Menpora, orang tua kita memerintahkan kita setelah magrib harus membaca Al Quran. Sementara anak sekarang setelah habis magrib nonton sinetron seakan-akan merasa bersalah dan orang tuanya dianggap kuno. Karena itu, orang tua harus meluruskan dan tidak melarang anak-anak untuk mengetahui informasi, teknologi dan peradaban-peradaban baru yang masuk.
“Tentu kita harus mengawal, harus mendidik mana yang baik dan mana yang tidak baik. Dan yang paling wajib selain mengajari baca Al Quran. Karena Al Quranlah yang akan menuntun kita menunjukan pada jalan yang baik,” katanya. (rep)