Surprise, Ade Ditunjuk Ketua Kwarcab

12 July 2013 09:00 WIB
 
0
756

Bersalaman dengan anggota pramuka.
Bersalaman dengan anggota pramuka.
KOTA-Musyawarah Cabang (Muscab) Pramuka Kabupaten Sumedang Tahun 2013 menetapkan Wakil Bupati Sumedang, H. Ade Irawan M.Si., sebagai Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Sumedang, Kamis (12/7) di Gedung Islamic Center.
Terpilihnya mantan Ketua DPRD Cimahi itu setelah secara aklamasi peserta Muscab dari 26 kecamatan, memberikan mandate ke Ade.
Dengan terpilihnya Ade Irawan, sekaligus menggantikan jabatan Ketua Kwarcab yang sebelumnya dijabat mantan Sekretaris Daerah Sumedang H.Atje Arifin Abdullah dalam lima tahun ke depan. Ade mengungkapkan, sebelumnya ia tak menyangka akan didaulat sebagai ketua kwarcab pramuka, karena ia hanya diundang untuk menghadiri acara tersebut sebagai tamu kehormatan.
“Saya sebelumnya tak menyangka akan didaulat secara aklamasi sebagai ketua kwarcab pramuka, karena saya hanya diundang sebagai tamu untuk menghadiri acara ini. Meski demikian, saya akan mengemban jabatan ini dan melaksanakanya sebaik-baiknya, bagaimana pun ini adalah sebuah amanah dan tentunya menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya itu ibadah,” ujar Wabup yang sebelumnya menjabat Ketua DPRD Cimahi itu.
Di acara tersebut, Hade didaulat untuk memberikan penghargaan ke enam kwartir ranting terbaik. Ia mengungkapkan, gerakan pramuka berperan untuk menciptakan generasi penerus yang handal. Menurut pengalamannya saat menjadi anggota pramuka Ade menyebutkan, pamuka dapat melahirkan sifat kepemimpinan karena pemimpin itu harus yakin, mandiri, dan berani menghadapi tantangan.
“Sangat banyak manfaat yang dirasakan saat saya dulu masih duduk di bangku sekolah dan menjadi anggota pramuka. Jiwa pramuka itu tidak mudah menyerah, akalnya banyak untuk mengatasi masalah,” lanjut Ade memotivasi.
Menurut Ade, hal-hal seperti itulah yang jarang didapatkan dari kurikulum konvensional di sekolah, selain itu pramuka juga bisa mendorong generasi menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam menghadapi tantangan di kehidupan masyarakat.
“Hal yang seprti inilah yang jarang didapat di kurikulum belajar konvensional dulu, dengan pramuka kita bisa menjadi generasi yang lebih kreatif dan inovatif,” tegasnya.
Agar tetap diminati anak-anak, ia meminta agar metode-metode yang ada dalam Pramuka disesuaikan dengan tantangan jaman dan kemajuan teknologi.
“Saya juga berpesan Pramuka metodenya yang bagus, berkembang terus, jadi anak-anak tetap suka. Dengan teknologi sekarang, tantangan sekarang, kehidupan sekarang, harus pas dengan materi latihan Pramuka,” Ade menyarankan. (asp)