SUMEDANG BERDUKA: Bupati Tinjau Lokasi dan Korban Longsor

21 September 2016 18:23 WIB
 
0
Bupati beserta rombongan menuju GOR Tajimalela untuk menemui para pengungsi yang merupakan korban bencana tersebut.  Banyak warga yang ditampung di sana menangis mengadukan nasibnya kepada Bupati.
Humas Setda Sumedang
Bupati beserta rombongan menuju GOR Tajimalela untuk menemui para pengungsi yang merupakan korban bencana tersebut. Banyak warga yang ditampung di sana menangis mengadukan nasibnya kepada Bupati.

SUMEDANGONLINE: Rabu (21/9), Bupati H. Eka Setiawan dengan didampingi unsur Forkopimda, Kadis Bina Marga dan SDA Sujatmoko, Kasatpol PP Asep Sudrajat dan sejumlah pejabat terkait lainnya meninjau ke lokasi bencana alam longsor di Dusun Singkup Desa Ciherang dan Lingkungan Cimareme Kelurahan Pasanggrahan Baru Kecamatan Sumedang Selatan pasca diguyur hujan lebat pada Selasa malam (20/9) sekitar pukul 19.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB.
Di Cimareme, Bupati melihat langsung kerusakan akibat longsoran tanah yang menggerus dan meluluhlantakkan rumah berlantai dua milik Yayat alias Akeh (45) sehingga menyebabkan istri dan kedua anaknya meninggal akibat tertimbun material tanah longsor.
Bupati memerintahkan Kadis BMSDA Sujatmoko untuk segera membersihkan material longsor yang menutupi setengah badan jalan Bandung – Cirebon sebagai penyebab kelumpuhan arus lalu lintas serta memerintahkan Kasatpol PP untuk menerjunkan anak buahnya membantu proses pembersihan.
Bupati juga turut menyaksikan proses pembersihan longsoran tanah di daerah dekat Lingkungan Anjung Kelurahan Pasanggarahan Baru sepanjang kurang lebih 20 meter yang dilakukan oleh warga dengan menggunakan cangkul. Sementara itu, tampak tebing Sungai Cipeles yang terletak berseberangan dengan lokasi kejadian sudah banyak yang tergerus arus sungai. Air sungaipun terlihat masih berwarna kecoklatan karena masih mengandung material tanah.
Selanjutnya Bupati beserta rombongan menuju GOR Tajimalela untuk menemui para pengungsi yang merupakan korban bencana tersebut. Banyak warga yang ditampung di sana menangis mengadukan nasibnya kepada Bupati.
Tim medis dari Dinas Kesehatan dan relawan dari RS Pakuwon pun tampak sibuk di Pos Kesehatan mengurusi para korban. Bagi warga yang terluka parah langsung dikirim ke RSUD untuk penanganan medis lebih lanjut.
Jumlah warga masyarakat yang ditampung di Tajimalela kurang lebih 55 KK atau sekitar 280an jiwa. Mereka adalah para warga yang terancam kehidupannya akibat bencana. Kemungkinan jumlah warga yang mengungsi akan bertambah sampai tulisan ini dibuat.
Ketika ditanya akan kemungkinan warga kembali ke tempat semula atau direlokasi, Bupati mengatakan harus ada kajian terlebih dahulu. “Kita akan cek dulu mana yang bisa kembali dan mana yang tidak. Harus dikasji dari sisi geologi,” ungkap bupati.
Kunjungan tersebut segera ditindaklanjuti dengan Rakor terbatas di Gedung Negara yang diikuti pula oleh unsur TNI/Polri, PMI, Baznas dan pihak terkait lainnya yang hasilnya adalah membentuk tim penanganan bencana yang diketuai oleh Sekretaris Daerah H. Zaenal Alimin dan Ayi Resmana sebagai Ketua Pelaksana. Dalam Rakor tersebut turut diinventarisir kebutuhan warga pengungsi selama di penampungan.
BPBD Jawa Barat melalui salah seorang perwakilannya menyatakan kesiapan pihaknya untuk membantu warga yang pengungsi. Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sumedang Ayi Rusmana mengatakan, BPBD Sumedang sudah melakukan koordinasi dan kerjasama dengan pihak terkait lainnya. “Saat ini untuk penanggulangan bencana dan mengurusi pengungsi kami telah berkoordinasi dengan pihak BPBD Provinsi dan juga bekerjasama dengan Dinsosnakertrans serta pihak lainnya terutama dalam penyediaan dapur umum dan layanan sosial lainnya,” terangnya. ***