Subhanallah, ratusan Ulama se-Asean Kumpul di Bogor

26 August 2016 01:17 WIB
 
0
KUMPUL: Ratusan ulama dari berbagai negara ASEAN berkumpul di Pondok Pesantren Al – Hikmah Cibinong, Bogor dalam rangka kegiatan Muzakarah Tauhid Tasawuf 2016 Se-Asia Tenggara , Kamis (25/08/2016).
Nano
KUMPUL: Ratusan ulama dari berbagai negara ASEAN berkumpul di Pondok Pesantren Al – Hikmah Cibinong, Bogor dalam rangka kegiatan Muzakarah Tauhid Tasawuf 2016 Se-Asia Tenggara , Kamis (25/08/2016).

SUMEDANGONLINE, BOGOR: Ratusan ulama dari berbagai negara ASEAN berkumpul di Pondok Pesantren Al – Hikmah Cibinong, Bogor dalam rangka kegiatan Muzakarah Tauhid Tasawuf 2016 Se-Asia Tenggara , Kamis (25/08/2016).
Kegiatan yang mengusung tema ‘Menyongsong Generasi Baru Memberkahi Nusantara’ ini merupakan kegiatan yang keempat kalinya digelar di kawasan ASEAN. Sebelumnya, kegiatan serupa diselenggarakan di Aceh pada 2009, kedua di Malaysia pada 2011 dan ketiga di Aceh kembali pada 2013.
Ketua penyelenggara, Khoirunas ketika ditemui awak media mengatakan, tujuan kegiatan ini selain untuk meningkatan silaturahmi dengan para ulama dan umat muslim se-Asia Tenggara, juga untuk melatih dan menciptakan umat muslim yang berakhlak mulia, baik perilaku maupun perkataanya.
“Ini kita lakukan untuk memacu generasi muda yang berakhlak baik. Seiring perkembangan zaman mereka sudah sangat jauh tertinggal akhlaknya, pergaulannya yang bebas dan mudah terpengaruh budaya barat,” ujarnya.
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Ruhandi yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan kegiatan ini merupakan wadah untuk menampung gagasan-gagasan yang prospektif dan saran-saran yang konstruktif dari para ulama se-ASEAN yang berharga bagi negara masing-masing untuk mengatasi persoalan-persoalan masyarakat.
“Ulama dengan intelektualitas dan ketokohannya, dipercaya masyarakat dalam menjalankan syariat islam termasuk menyikapi persoalan kehidupan sehari-hari,” katanya.
Sementara Pimpinan Keluarga Besar Wali Songo, Muhammad Dhiauddin Kuswandi mengaku prihatin terhadap umat islam saat ini, mengalami kemunduran dalam tiga aspek yakni, dalam hal moral kemaksiatan, ukuwah lemah dan ketakwaan berkurang.
“Ketiganya bisa diatasi jika semua umat islam menyadari pentingnya pengamalan islam secara integral dan utuh. Perilaku masyarakat masih perlu diperbaiki, karena saat ini pola islam itu lebih pada seremonial, solat zakat, puasa. Tapi tanggung jawab sosialnya lemah,” tegas Dhiauddin.
Selain para ulama, kegiatan tersebut juga dihadiri sedikitnya ada 2500 peserta yang berasal dari beberapa negara yakni, Indonesia, Malaysia, Filiphina, Kamboja, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Jamaah Cina dan Amerika. Dimana peserta terbanyak berasal dari Aceh sebanyak 1300, Malaysia sebanyak 500 lebihnya dari negara lain dan pulau jawa. (nan)