Dugaan SPJ Fiktif Kades Linggajaya Ditahan Kejari. Ini Kronologisnya …

1 February 2018 19:28 WIB
 
 Sejumlah warga Desa Linggajaya, Kecamatan Cisitu saat mengadu ke kepala desanya. Mereka mempertanyakan kejelasan pembebasan tanah yang digunakan untuk pelebaran jalan ke Batudua
DOK. SUMEDANGONLINE.COM
Sejumlah warga Desa Linggajaya, Kecamatan Cisitu saat mengadu ke kepala desanya. Mereka mempertanyakan kejelasan pembebasan tanah yang digunakan untuk pelebaran jalan ke Batudua

SUMEDANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumedang menetapkan kepala desa Linggajaya AS tersangka dalam kasus SPJ piktif yang merugikan negara senilai Rp 120 juta. Setelah dirinya dilaporkan BPD ke polisi pada 2015 dan kasusnya terus bergulir hingga saat ini.

Catatan Sumedang Online, beberapa dugaan kasus memang sempat menjeratnya. Bahkan pada 7 Maret 2014, warga Linggajaya sempat melakukan aksi unjukrasa ke Induk Pusat Pemerintahan Kabupaten Sumedang, mereka menuntut agar kuwu AS mundur.

Aksi tersebut dipimpin langsung Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Linggajaya yang juga perwakilan pedemo, Sudrajat. Warga saat itu mengajukan mosi tidak percaya pada kepemimpinan AS. Mereka menduga AS melakukan penyelewengan anggaran Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan tahun 2013 senilai Rp 250 juta, bantuan sosial penataan relokasi di perbukitan Batudua Rp 50 juta dan bantuan aspirasi masyarakat dari Gubernur Rp 100 juta.

Selain itu, AS disinyalir menyelewengkan anggaran bantuan Badan Usaha Milik Desa Rp 35 juta, bantuan aspal dari APBD Kabupaten Sumedang sebanyak 10 drum dan uang Rp 10 juta serta penebangan kayu jati di tanah kas desa tanpa musyawarah mufakat dengan masyarakat yang penggunaanya hingga saat ini tak tak jelas.

Dari sekian kasus itu, kasus aspal lah yang kemudian berlanjut hingga dirinya dipanggil ke kepolisian pada Awal Maret 2017. Pada saat itu AS sempat mengelak atas tudingan tudingan warganya tersebut, dia juga sempat mengaku jika uang kerugian senilai Rp 110 juta, sudah dia kembalikan.

Kuwu Lingga jaya di gelandang ke tahanan kejari Sumedang.

Kemudian hari ini yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka setelah menerima P21 dari Polres Sumedang yang bersangkutan dijebloskan ke penjara. ”Memang benar hari ini, Polres Sumedang menyerahkan P21 yang menyatakan bahwa berkas perkara dianggap sudah lengkap di antaranya Barang bukti dan tersangka, yang akan dilakukan penahanan,” kata Kepala Intelejen pada Kejaksaan Negeri Sumedang Sopian Hadi. ***

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.