Siswi SMP Diduga Dijual ke Medan

3 June 2013 01:26 WIB
 
0
615
Orangtua korban memperlihatkan foto Yulinar Nurmuadi
Orangtua korban memperlihatkan foto Yulinar Nurmuadi

KOTA- Seorang gadis, Yulinar Nurmuadi (14) warga Dusun Sindang Renah RT 01 RW Desa Jatihurip Kecamatan Sumedang Utara diduga korban penjualan manusia. Dia bekerja di Medan dan ingin kabur tapi tak punya uang.

Dugaan Yulinar ’disekap’ di Medan itu diungkapkan Didin orangtuanya kepada Sumeks. Yulinar dinyatakan hilang sejak 17 Mei 2013 dan terakhir kali melakukan kontak deang keluarga pada tanggal 27 Mei 2013. ”Melalui SMS anak saya mengabarkan berada di Medan, dipekerjakan paksa oleh seseorang, namun ia tidak bisa kabur karena tidak mempunyai uang. Dari situlah kuat dugaan bahwa anaknya menjadi korban traficking,” kata Didin.

Didin menceritakan, saat itu siswi yang masih duduk di bangku kelas 2 SMPn 3 Cimalaka tersebut, meminta izin untuk latihan menjelang pagelaran kesenian di sekolahnya. Namun menjelang sore tak kunjung pulang ke rumah. Orangtua saat itu tak curiga karena menyangka Yulinar menginap di rumah temanya.

Yulinar baru pulang ke rumah sekitar pukul 9.00 dengan diantar oleh seorang wanita, namun tak lama kemudian ia bergegas kembali meninggalkan rumah dan berpamitan.

”Saya tidak curiga meskipun tidak pulang kerumah setelah ijin untuk latihan kesenian, karena saya kira ia menginap di rumah temannya. Namun pagi harinya ia pulang namun tak lama kemudian ia kembali pamit dengan membawa tas bermotif belang-belang diantar oleh sorang wanita ciri-cirinya rambutnya keriting, ” ungkapnya.

Sebelumnya iapun sempat mengirimkan pesan singkat yang menyatakan dirinya dijual dan dihipnotis, semua barang bawaanya dirampas. Beruntunmg ia masih hafal no hanphone orangtuanya, namun setelah itu ia tidak ada menghubungi kembali dan kehilangan kontak sampai saat ini, pihaknya pun sudah melaporkan kehilangan korban kepada Polda Jabar.

”Sebelumnya ia sempat juga melakukan kontak yang menyebutkan seluuh barangnya dirampas. Dan katanya waktu kejadian Yulinar dibawa seorang wanita yang tinggal di Tanjungkerta, saat itu ia sempat dibawa oleh pelaku yang tidak diketahui identitasnya, dan saat keluar dari toilet, ia sudah tidak ingat apa-apa, ” pungkasnya. (asp)