Sijago Merah Melalap Pabrik Tahu

29 July 2010 08:38 WIB
 
Ludes Terbakar : Pabrik Tahu Milik Popon Ludes Terbakar

Pabrik Tahu milik Popon Atikah (30) di RT 04/03 Dusun Cipicung, Desa Darmajaya, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, sekira pukul 03.30 WIB Rabu (29/07), luluh lantah dilalap sijago merah. Api dapat dipadamkan 2 jam kemudian, selain membakar pabrik yang menyatu dengan rumah pemiliknya juga membakar dan memutuskan kabel listrik yang melintas diatas rumah korban.

Sumber dilapangan menyebutkan, kejadian berawal saat salah seorang pekerja akan menggoreng tahu, namun api tiba – tiba membesar, dan menyambar minyak penggorengan, diduga panik para pekerja justru menyiramnya dengan air, dan menimbulkan cipratan – cipratan bola api, yang langsung membakar seisi rumah, seperti dituturkan Sahri (55) orangtua Popon Atikah kepada sumedangonline di lokasi kejadian, Rabu (29/07).

“Kedahnamah sanes dibanjur ku cai, tapi di banjur ku keusik”Ujarnya.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Pabrik yang memperkerjakan tiga orang karyawan tersebut, sudah beroperasi selama lebih dari tiga dasawarsa, dan setiap harinya memproduksi 15 gilingan tahu, dikelola secara turun temurun oleh keluarga H Emed dan keturunannya. Beruntung pada saat kejadian angin bertiup tidak terlalu kencang, sehingga tidak membakar rumah lainnya.

Warga sempat menuturkan lamanya proses pemadaman karena dikerjakan secara manual, dan sulitnya sumber air, mereka bahkan berharap seandainya di Kabupaten Sumedang memiliki Unit Pemadam Kebakaran sampai ditingkat Kecamatan, tentu akan lebih memudahkan evakuasi jika terjadi kebakaran.

“Tapi, lamun ditiap Kecamatan di Kabupaten Sumedang aya mobil DAMKAR, sigana tiasa beres kirang ti 2 jam”Ujar salah seorang warga.

Tanda – tanda akan ada kejadian tersebut sempat terlontar dari Rehan (5), Rehan menuturkan jika dirinya bermimpi ada bulan berjatuhan di atas rumah tersebut, dan menimbulkan kiamat, bahkan 3 hari sebelum kejadian mereka pergi ke Sumedang, ketika memasuki waktu shalat, Rehan menyuruh orangtuanya untuk shalat dan berdoa, seperti dituturkan Kokoy (45 ) kepada sumedangonline.**(guns)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.