Setelah di Tolak Warga pengusaha Galian Tawarkan Solusi

12 July 2010 15:02 WIB
 
0

Setelah mendapatkan penolakan pihak warga atas rencana keberadaan Galian C di Tampomas bagian Utara atau di daerah Buahdua, pihak pengusaha galian pasir di wilayah desa cibitung kecamatan buah dua CV JAYA USAHA ABADI atau UJA menawarkan beberapa solusi terkait masih tergannjalnya upaya penggalian pasir dilahan miliknya. Menurut H. Rusja sebagai perwakilan dari cv. Uja minggu kemarin menerangkan, kondisi riil bakal lahan galian tersebut yang tidak seperti yang dikhawatirkan beberapa kalangan selama ini. Menurutnya, lahan yang banyak mengandung potensi pasir tersebut berada diwilayah dua desa, yakni cibitung dan bojong loa. Ia pun juga mennerangkan, kondisi geografis atau potografi tanah yang bukan kategori tanah curam dan sama sekali tidak beresiko menimbulkan longsor. Lantaran tanah tersebut tanah milik dan secara hukum pemilik berhak mengusahakan lahan secara lebih ekonomis lagi. Adapun alasan lain pihaknya berniat melakukan penggalian pasir di lahan tersebut lantaran latar belakang kebutuhan pasir sebagai bahan bangunan yang mutlak dibutuhkan masyarakat dan negara untuk pembangunan. Terkait dikhawatirkannya kecemburuan sosial dari penggali manual yang sebanyak 20 orang, menurut dia, sangat perlu di akomodir mata pencaharian mereka. Terkait masalah itu lanjut rusja, kawasan lahan pasir di desa cibitung dan bojong loa harus terbuka untuk ditambang. Pihaknya juga telah siap melakukan reklamasi yang sesuai dengan UKL/UPL yang dilkasanakan sejalan dengan kegiatan penggalian. Begitupun terkait masalah penggali manual, pihaknya memandang perlu mereka untuk di akomodir pemerintah setempat dengan cara di gabungkan untuk mendapatkan ijin resmi. Salah seorang warga Buahdua yang tidak mau disebutkan namanya menyebutkan, penolakan warga atas keberadaan Galian C Pasir di Cibitung karena buahdua tidak mau bernasib seperti Cimalaka. Dampaknya sangat besar khususnya akan banyak mata air yang hilang.