Sendimentasi Sungai Cimanuk Menjadi Kendala

3 August 2011 19:05 WIB
 
0
Sebuah Alat Berat Mengalihkan aliran Sungai Cimanuk ke terowongan Pengelak. Foto:Igun Gunawan

JATIGEDE – Tingginya sendimentasi di daerah aliran sungai Cimanuk menjadi ancaman serius pembangunan mega proyek terbesar kedua di Jawa Barat, hal tersebut dikatakan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, usai meresmikan berfungsinya terowongan pengelak, di Bendungan Jatigede Kecamatan Jatigede, Rabu (3/8) siang tadi.

“Konservasi dibagian hulu sungai Cimanuk itu mutlak diperlukan, agar usia bendungan bisa lebih panjang”, papar Djoko dihadapan sejumlah wartawan.

Dikatakan Djoko, Bendungan Jatigede merupakan bendungan terbesar kedua di Jawa Barat jika dilihat dari kapasitas airnya setelah bendungan waduk Jatiluhur yang mencapai 2,5 miliar kubik, ia menyebutkan bendungan Jatigede akan memasok 980 juta meter kubik atau mencapai 1 miliar kubik air, yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga air, irigasi untuk wilayah Majalengka dan Cirebon.

“Bendungan Jatigede akan dapat mengairi 90 ribu hektar areal pertanian di Cirebon dan Majalengka, penyediaan air bersih, pembangkit listrik tenaga air, dan pariwisata untuk kabupaten Sumedang,”ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, mengakui saat ini pihaknya sudah memikirkan dampak social pembangunan waduk jatigede, salahsatu alternative yang pemerintah Jawa Barat tawarkan untuk mengatasi dampak social Jatigede.

“Saat ini pemerintah Jawa Barat untuk mengantisipasi dampak social Jatigede dengan memindahkan penduduk melalui 4 pilihan, arah minat relokasi, bedol desa, sisipan ke beberapa desa, dan perpindahan penduduk secara swakarsa,” kata Heryawan.(fitriyani)