Sempat mogok belajar, siswa SD Karangmulya kembali belajar di sekolahnya

25 October 2016 14:48 WIB
 
0
Siswa SD Karangmulya
Iwan Rahmat
Siswa SD Karangmulya

SUMEDANGONLINE – Sebulan, pasca bencana alam di Kecamatan Sumedang Selatan, proses belajar mengajar siswa di SD Negeri Karang Mulya terpaksa harus mengungsi ke SD Pasanggrahan. Itu terjadi lantaran adanya kehawatiran akan terjadinya longsor susulan.
Namun, mulai sejak Senin, 24 Oktober 2016 lalu. Aktivitas belajar mengajar di SD tersebut kembali berjalan normal. Guru masing masing sudah mengabsen siswanya, mereka pun tampak ceria. Setelah sekian lamanya mereka berada di lingkungan pengungsian.
Tinggal terdapat 204 siswa dari 235 murid yang belajar, satu siswa meninggal dunia dalam musibah longsor di pertengahan bulan September 2016 itu. Sedang 5 daru 30 siswa dipindahkan, sisanya dititipkan di SD Pasanggrahan Baru.
“Siswa yang dititipkan di dalam kabupaten dan di luar kabupaten sejumalah 25 orang. Kalau yang kelas 6 mereka berada di pengungsian Ujungjaya. Kami pindahkan sebab sebentar lagi akan mengikuti ujian,” kata Kepala SD Karang Mulya, Atih.
Dia juga menyebutkan banyak desakan dari orangtua siswa untuk kembali bersekolah di SD Karang Mulya, yang berbatasan dengan kelurahan Pasanggrahan Baru. “Orang tua mengharapkan sekolah kembali ke SD Karang Mulya,” sebutnya.
Bahkan, lanjutnya, komite sekolah telah mengadakan musawarah kesepakatan yang dihadiri165 orangtua dan guru itu, menghasilkan kesepakatan, jika SD Karang Mulya; orangtua mengharapkan sekolah ditempati kembali oleh siswa.
“Kemudian kami berkordinasi dengan pihak UPTD Dinas Pendidikan dan intansi terkait. Itu pun sedang dalam proses,” imbuhnya.

Surat keterangan.
Surat keterangan.
Imbas adanya keinginan orangtua dan siswa yang makin menggebu, untuk kembali bersekolah di SD Karangmulya, menyebabkan puluhan anak yang dititipkan ke SD Pasanggrahan Baru tidak mau selolah.
“Hari Kamis itu terjadi kekosongan di SD Pasanggrahan. Kemudian kami teliti ternyata anak didik itu, tidak sekolah karena pihak orangtua dan anak menginginkan sekolah kembali ke SD Karang Mulya. Itu sebagai bahan pertimbangan kami. Makanya, kami mengajukan kepada bapa bupati agar kami bisa kembali ke SD Karang mulya, dengan harapan untuk paska bencana, sekarang siaga,” tambahnya.
“Mungkin, dalam siaga ini. Kami mengharapkan bantuan keamanan dari pihak terkait. Itu yang kami harapkan,” tutupnya.
Senada dikatakan orangtua siswa, Atih, ia membenarkan jika pihaknya mengharapkan agar anaknya kembali dapat berlajar di SD Karang Mulya. “Ingin kembali di sekolah ini (Karang Mulya), agar tenang, daripada harus mondar-mandir numpang disekolah lain. Meskipun aga was was takut ada longsor susulan,” tambahnya.***