Sempat Ditunda, Sidang Dilanjut Hari Ini

19 March 2013 10:38 WIB
 
0
527

JAKARTA – Tim Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumedang terpaksa kembali menginap sehari di Jakarta. Itu setelah jadwal sidang dengan agenda pembacaaan pemohon ditunda hakim.

SIDANG PANEL: Pemohon Prinsipal Oom Supriatna calon Bupati Sumedang nomor urut 5 hadir dalam persidangan Pemilukada Kabupaten Sumedang di Ruang Sidang Panel Lt. 4 Gedung.
SIDANG PANEL: Pemohon Prinsipal Oom Supriatna calon Bupati Sumedang nomor urut 5 hadir dalam persidangan Pemilukada Kabupaten Sumedang di Ruang Sidang Panel Lt. 4 Gedung.

Keterangan dihimpun, sidang berlangsung mulai pukul 11.00 WB, Senin (18/3). Selang 30 menit, setelah mendengar pembacaan dari kuasa pemohon, Hakim Ketua Achamad Sodiki, memutuskan untuk menunda sidang karena adanya gugatan yang tak sesuai dan harus diperbaiki di tingkat pemohon.

Bagian Hukum dan Data pada KPUD Sumedang, Hersa Santosa S.H., membenarkan kaitan dengan harus adanya perbaikan di tingkat pemohon tersebut. “Sidang tadi (kemarin) itu agendanya terkait pembacaan pemohon kaitan dengan apa yang dimohon. Tapi tadi ada perbaikan ditingkat pemohon, yang harus diperbaiki pemohon dan hakim memberikan jeda waktu. Jika ingin dilanjutkan harus diperbaiki hari ini (kemarin) dan diserahkan pada pukul 16.00. Tapi kita sudah mendapat informasi lagi, bahwa pemohon sudah memperbaiki itu,” kata Hersa Santosa.

Imbas dari adanya perbaikan itu tim dari KPU Sumedang hingga saat ini masih berada di Jakarta, Hersa bahkan menyebutkan perjuangan hingga masuk ke ranah MK merupakan perjuangan yang sangat berat. “Kita masih menginap di Jakarta, karena rencananya besok (hari ini) akan dilanjutkan kembali sidang pada pukul 15.30, untuk meneruskan sidang apa yang diperbaiki tadi (kemarin) sehingga pembacaan esok (hari ini) itu yang diperbaiki sampai jam 16.00 tadi,” paparnya.

Ketika ditanya tingkat tuntutan pemohon apakah mudah untuk dipatahkan atau tidak. Hersa, secara diplomatis menjawab, KPU tak ada dalam ranah itu. “Kita tak berpikir ke arah sana, apa yang mereka sampaikan kita jawab dengan apa yang ada. Terkait masalah benar atau tidak itu kan urusan keputusan hakim. Tapi yang jelas, selama ini KPU sudah sesuai dengan jalur yang sebenarnya,” ujarnya.

Terpisah pemohon prinsipal, H Oom Supriatna SE., membenarkan kaitan dengan ditundanya sidang untuk memberi kesempatan pada pemohon terkait adanya perbaikan-perbaikan yang dimohon.

“Perlu diketahui dan diluruskan, persidangan di MK beda dengan di pengadilan biasa. Sidang pertama itu memeriksa kelengkapan dan takut ada yang diperbaiki alat bukti maupun menambah jumlah pelanggaran,” kata Oom Supriatna.

Adanya perbaikan itu, sebut dia karena adanya perubahan dalam berita acara gugatan yang telah dibuat sebelumnya. “Memang ada perbuhana gugatan, kita ada perubahan yakni penambahan alat bukti lagi, dari tadinya 15 sekarang menjadi 18. Selain itu ada pemohon yang mengundurkan diri, yakni Didi Ahmadi Djamhir, jadi itu perlu waktu untuk diperbaiki. Dan, tadi jam 16.00 (kemarin) kita sudah selesai memperbaiki besok sidang lanjutannya jam 15.30,” paparnya.

Ditanya detail ke-18 alat bukti yang akan disampaikan besok, sebut dia hal itu masih rahasia. “Itu rahasia masih kami godog. Hanya kami punya bukti kuat secara notaril memang direncanakan dari awal yang sangat matang. Suara rakyat Sumedang dibeli dengan Rp 10 ribu. Itu perjanjian secara notaril, jadi rakyat Sumedang itu murah harganya hanya Rp 10 ribu per-suara. Anu model kitu bakal jadi pampinan urang,” tadasnya. (ign)

 

Hakim Sidang MK:

Ketua              : Achmad Sodiki

Anggota          : Ahmad Fadlil Sumadi dan Harjono