SEMINGGU KENA LONGSOR, BELUM DAPAT BANTUAN

11 January 2012 07:00 WIB
 
0
“Sampai saat ini belum ada bantuan dari Pemerintah. Kalau Pemerintah masih peduli sama rakyatnya sayamah selaku kakaknya akan banyak berterima kasih, tapi kalau tidak biarlah kami saja yang memperbaiki, mungkin adik saya akan mengumpulkan uang dari upah mencuci,” terang Rosmawantini.
“Sampai saat ini belum ada bantuan dari Pemerintah. Kalau Pemerintah masih peduli sama rakyatnya sayamah selaku kakaknya akan banyak berterima kasih, tapi kalau tidak biarlah kami saja yang memperbaiki, mungkin adik saya akan mengumpulkan uang dari upah mencuci,” terang Rosmawantini.
“Sampai saat ini belum ada bantuan dari Pemerintah. Kalau Pemerintah masih peduli sama rakyatnya sayamah selaku kakaknya akan banyak berterima kasih, tapi kalau tidak biarlah kami saja yang memperbaiki, mungkin adik saya akan mengumpulkan uang dari upah mencuci,” terang Rosmawantini.

DARMARAJA – Awal tahun 2012, memberikan duka bagi keluarga, Rosmawatini (40), betapa tidak rumah adik tercintanya, Reni (20), di RT 03 RW 10, Dusun Cibarengkok, Desa dan Kecamatan Darmaraja, seminggu lalu terkena longsoran tanah.

Rumah permanen itu bersebalahan dengan tebing setinggi 2 meter, hingga saat ini dalam kondisi memprihatinkan. Sejauh ini menurut keterangan kakak korban belum ada bantuan, padahal adiknya merupakan keluarga tidak mampu dan kesehariannya bekerja sebagai kuli cuci pakaian.

“Sampai saat ini belum ada bantuan dari Pemerintah. Kalau Pemerintah masih peduli sama rakyatnya sayamah selaku kakaknya akan banyak berterima kasih, tapi kalau tidak biarlah kami saja yang memperbaiki, mungkin adik saya akan mengumpulkan uang dari upah mencuci,” terang Rosmawantini, kakak korban seraya mengajak Sumeks ke lokasi kejadian, Senin (9/1).

Dijelaskan Ros, sapaanya, kejadian terkena longsor memang bukan kali pertama terjadi pada rumah yang didiami adiknya itu, 2 tahun lalu, tebing depan rumanya pun longsor, lagi lagi itu pun tidak mendapatkan kepedulian dari pihak terkait, sehingga Ros dan keluarganya bersusah payah membangun tembok penahan tanah meski harus pinjam ke pihak bank.