Sekolah, Minta BOS Cair Lebih Awal

23 December 2011 21:51 WIB
 
0
Akibat Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dibayarkan diakhir tahun anggaran menjelang tutup buku, hal itu membuat repot beberapa sekolah, karena mereka dikejar untuk membuat SPJ selain itu ada beberapa sekolah yang terpaksa harus meminjam dana talang ke pihak ke-3.
Akibat Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dibayarkan diakhir tahun anggaran menjelang tutup buku, hal itu membuat repot beberapa sekolah, karena mereka dikejar untuk membuat SPJ selain itu ada beberapa sekolah yang terpaksa harus meminjam dana talang ke pihak ke-3.
Akibat Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dibayarkan diakhir tahun anggaran menjelang tutup buku, hal itu membuat repot beberapa sekolah, karena mereka dikejar untuk membuat SPJ selain itu ada beberapa sekolah yang terpaksa harus meminjam dana talang ke pihak ke-3.
Akibat Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dibayarkan diakhir tahun anggaran menjelang tutup buku, hal itu membuat repot beberapa sekolah, karena mereka dikejar untuk membuat SPJ selain itu ada beberapa sekolah yang terpaksa harus meminjam dana talang ke pihak ke-3.

KOTA – Akibat Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dibayarkan diakhir tahun anggaran menjelang tutup buku, hal itu membuat repot beberapa sekolah, karena mereka dikejar untuk membuat SPJ selain itu ada beberapa sekolah yang terpaksa harus meminjam dana talang ke pihak ke-3.

Padahal pihak sekolah menilai, seharusnya dana BOS dapat digulirkan diawal tahun anggaran bukan sebaliknya.

“Dikatakan salah bisa juga, karena sekolah harus mencari dana talang, padahal mencari dana talang itu susah, jadi begitu bos cair, bayar, bayar, bayar,” ujar Ny. Lilis Toti, Kepala SMPN 3 Sumedang, kepada SumedangOnline.com diruangkerjanya, Jumat (23/12) siang.

Ditanya berapa jumlah BOS yang diterima SMPN 3 Sumedang, ia menyebutkan lebih dari 60 Juta, dan diterima utuh, ia memperkirakan jika ada sekolah yang mendapat pemotongan, kemungkinan karena sekolah itu mempunyai utang-piutang.

“Kalau SMPN 3 Sumedang mendapat lebih dari 60 juta, barangkali yang dipotong itu masih mempunyai utang-piutang, barangkali, karena saya tidak hapal persis, tapi kalau SMPN 3 Sumedang menerima utuh, kalau pertahun sekitar Rp 570 juta, itu kan ga bisa lebih g bisa dikurangi, sesuai dengan jumlah siswa kan?!” jelas kepala Sekolah.