Sekda Hadiri Hari Jadi Padepokan Masyarakat Adat Sumedang Larang

"Ngarumat budaya Sunda anu baheula ka kubur, muga-muga (kuayana kagiatan ieu) bangkit deui."
-Pimpinan Padepokan Masyarakat Adat Sumedang Larang, Asep Yudi Hidayat-

9 October 2016 02:51 WIB
 
0
Prosesi mesat gobang, dalam rangka Hari Jadi Padepokan Masyarakat Adat Sumedang Larang.
Iwan Rahmat Purnama
Prosesi mesat gobang, dalam rangka Hari Jadi Padepokan Masyarakat Adat Sumedang Larang.

SUMEDANGONLINE: Padepokan Masyarakat Adat Sumedang Larang merayakan hari jadi padepokan tersebut yang ke-17 tahun di Sekretariat Padepokan Sumedang Larang, Desa Guntur Mekar, Kecamatan Tanjungkerta, Sumedang, Sabtu (8/10/2016) malam.  Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, H Zaenal Alimin,  yang hadir dalam acara tersebut berharap agar padepokan Masyarakat Adat Sumedang Larang terus berkembang dan dikenal oleh masyarakat Sumedang pada umumnya.
“Semoga dengan milangkala yang ke-17 ini Padepokan Sumedang Larang bisa terus berkembang dan terus dikenal oleh masyarakat, serta dampaknya bisa memberikan kontribusi baik tenaga pikiran, maupun ruh ke Sumedang Larangan bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumedang,” ujar Sekda Sumedang.

Unsur Forkompimda Sumedang, hadir dalam acara Hari Jadi Padepokan Masyarakat Adat Sumedang Larang ke-17.
Unsur Forkompimda Sumedang, hadir dalam acara Hari Jadi Padepokan Masyarakat Adat Sumedang Larang ke-17.

Senada dikatakan Pimpinan Padepokan Masyarakat Adat Sumedang Larang, Asep Yudi Hidayat, ia berharap dengan adanya kegiatan tersebut Padepokan Masyarakat Adat dapat berdiri di sepanjang masa. “Alhamdulillah, moga-moga aya dina kasuksesan, moga-moga aya dina kajembaran, moga-moga aya dina rahayu sapapanjangna,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut lanjut Asep sebagai bagian dari kembali menghidupkan budaya-budaya Sunda yang sudah terkubur. “Ngarumat budaya Sunda anu baheula ka kubur, muga-muga (kuayana kagiatan ieu) bangkit deui,” tandasnya.
Kegiatan diawali dengan ruwatan lokat yang dilanjutkan dengan mesat gobang kabuyutan yang berukuran raksasa, selain gobang juga ada prosesi mesat kujang. (iwn)