Sejumlah pengungsi di Sumedang mulai mengeluh sakit

Dr. Denis, dokter bantuan Dinas Kesehatan Jakarta. Menyebutkan, sebenarnya kondisi pengungsi dalam kondisi baik

29 September 2016 20:50 WIB
 
1
Pengungsi yang baru tiba di Pengungsian GOR Tajimalela usai mendapat perawatan medis dari RSUD
Usep Jamaludin
Pengungsi yang baru tiba di Pengungsian GOR Tajimalela usai mendapat perawatan medis dari RSUD

SUMEDANGONLINE: Jumlah pengungsi yang disebar di berbagai tempat hingga hari ini masih terus bertambah sudah mencapai seribuan lebih.

“Anda bisa mengecek ke posko, hingga saat ini pengungsi mencapai 1150 orang dengan 323 KK yang tersebar di  GOR Tajimalela, Kodim, Puskesmas dan Masjid Agung,” ujar Ayi Rusmana Kepala BPBD Sumedang sekaligus sebagai ketua penanggulangan bencana tanggap darurat kepada Usep Jamaludin SumedangONLINE di Posko Penampungan GOR Tajimalela Kecamatan Sumedang Selatan usai melakukan lawatan ke Garut, Kamis Sore (29/9/2016).

Dari pantauan media di Posko Kesehatan sebagian pengungsi mulai terserang penyakit dari yang pegal-pegal, ispa, hypertensi, dispepsi (maag) pusing-pusing hingga  penyakit kulit.

Salah seorang relawan yang  enggan disebut jati dirinya berharap agar otoritas penyedia layanan harus lebih terkordinasi lagi agar pelayanan bisa lebih maksimal. Dr. Denis, dokter bantuan Dinas Kesehatan Jakarta. Menyebutkan, sebenarnya kondisi pengungsi dalam kondisi baik. Mereka masih dapat tertangani dengan baik. Jika ada pengungsi yang memerlukan tindakan kegawat-daruratan medis baru kita rujuk ke RSUD Sumedang.

“Kordinasi kami sejauh ini baik. Jika ada yang memerlukan penanganan segera yah kita tindak. Yah jika ada yang membutuhkan kegawat daruratan kita rujuk,” ujarnya. (Usep)

1 COMMENT