RTLH, Dari Rp 11 Juta Diterima Rp 6 Juta

9 March 2013 10:00 WIB
 
0

KOTA- Program bedah rumah bagi anggota veteran dan masyarakat Umum di Kabupaten Sumedang bermasalah. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan kekurangan uang bedah masing-masing Rp 5 juta per orang. Padahal plafon bedah rumah setiap orang Rp 11 juta. Anehnya Pemkab Sumedang tak tahu menahu kekurangan uang tersebut.

Kabid Kesejahteraan Sosial pada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Sumedang Awandi Nopyan Sugiarta
Kabid Kesejahteraan Sosial pada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Sumedang Awandi Nopyan Sugiarta

“Kekurangannya mengendap entah di mana. Padahal dari Kemenpera sudah dibayarkan,” kata Kabid Kesejahteraan Sosial pada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Sumedang Awandi Nopyan Sugiarta

Menurutnya, pihaknya akan berusaha menelusuri masalah tersebut. Sebab uang tersebut langsung masuk ke rekening penerima masing-masing.

Deni, salah seorang penerima bantuan RTLH, mengatakan proyek tersebut rawan penyimpangan bahkan ada oknum meminta jatah. Pembagiannya pun tak utuh atau bertahap; “Pada tahan pertama semestinya diterima Rp 3 juta, terpaksa diberikan kepada oknum tersebut sebesar Rp 1,2 juta, saya Cuma terima Rp 1,8 juta,”terangnya.

Hal senada dikatakan salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya, kalau pihaknya hanya menerima Rp 300 ribu dari Rp 3 juta. “kata oknum tersebut, segala belanja matrial bangunan dikoordinir oleh oknum, sementara harganya lebih mahal dari harga umum,”ujar dia.

Program ini jga pernah mencuat di RT. 02 RW. 09 Lingkungan Tegalkalong, Kelurahan Kotakaler, Kecamatan  Sumedang Utara. Saat itu pihak Kelurahan selaku pengelola program bantuan pebaikan RTLH tersebut tidak melibatkan RT dan RW, tapi menyerahkan dana untuk perbaikan tersebut langsung kepada tukang bangunan.

PROMO CONTENT
loading...