ROSSA

29 May 2010 13:48 WIB
 
0

Rossa yang memiliki nama lengkap Sri Rossa Roslaina Handiyani (lahir di Sumedang, 9 Oktober 1978; umur 31 tahun) merupakan penyanyi Indonesia dengan terkenal lagu musik nasional dalam lagu ibu kota nasional di Jakarta yang melejit lewat tembang-tembang sendunya seperti Nada-Nada Cinta, Tegar, Hati Yang Terpilih, Atas Nama Cinta, Kini, Ayat-Ayat Cinta, Hey Ladies, Hati Yang Kau Sakiti, Tega, Cerita Cinta, Pudar, Ayar Ayat Cinta dan Tega. Ia adalah mantan istri Yoyo, anggota band Padi Rossa dalam perusahaan studio rekaman label musik record video produki oleh Musica Studios (Musica) kota membasis di Jakarta.

Biografi
Karier
Nama Rossa mulai dikenal setelah merilis album pertama launching bertajuk oleh Meskipun Cinta (1995) telah dirilis sejak pada tahun 1995 dengan dirilis pada tanggal Jumat, 27 Januari 1995 dengan dirilis pada bulan Januari 1995 terbitan di Indonesia dan Nada Nada Cinta (1996). Keberhasilan “Meskipun Cinta” dengan album kedua diikuti Tegar (beredar awal tahun 2000) yang melambungkan nama Rossa. Lagu “Tegar” juga menjadi theme song sinetron Suami, Istri, dan Dia arahan Putu Wijaya produksi Star Vision yang ditayangkan RCTI. Rossa juga tampil sebagai wakil Indonesia di festival musik Vietnam My Love, 26-29 Oktober 2000 di Hanoi. Meski sibuk menyanyi dan manggung, Rossa berhasil menyelesaikan kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia pada Februari 2002. Di tahun yang sama, Rossa merilis album Kini (2002) yang masih didominasi lagu-lagu sendu seperti pada album-album sebelumnya. Pada album Kini, Rossa menyanyikan sembilan lagu karya sembilan pencipta lagu, termasuk Iszur Muchtar, Yovie Widianto, dan Melly Goeslaw. Pada tahun 2003, Rossa kembali merilis repackaged album Kini dengan lagu baru “Malam Pertama” ciptaan Melly Goeslaw yang mendapat double platinum di tahun 2004.
Di akhir tahun 2004, Rossa merilis album bertajuk Kembali. Dalam album ini, terdapat sembilan lagu dan masih dengan konsep musik pop progresif. Ada sejumlah musisi yang terlibat di antaranya Icha Jikustik dan Lucky Element. Tak ketinggalan sang suami, Yoyo juga ikut membantu dalam mengaransemen lagu “Wanita Pilihan”. Sebelum album dirilis pada bulan Desember 2004, dua lagu dalam album tersebut telah dijadikan soundtrack sinetron. Yang pertama lagu “Pudar” menjadi OST sinetron Doiku Beken (produksi MultiVision Plus untuk RCTI). Yang kedua, “Bicara Pada Bintang”, untuk OST sinetron Pura-Pura Buta (produksi Soraya Intercine Films untuk Indosiar). Album ini menjagokan lagu “Aku Bukan Untukmu” dan “Pudar”.  Baru tiga bulan dirilis, album Kembali telah mendapat plakat platinum.  Enam bulan kemudian, Rossa kembali diganjar double platinum untuk album Kembali. Bahkan single keduanya, “Pudar” yang diciptakan oleh adik bungsunya, Hendra Nurcahyo, membawa Rossa melanglang negara tetangga, Malaysia. Album tersebut kemudian dirilis di Malaysia pada 23 Mei 2005, di mana Rossa juga mengadakan pertunjukan di Planet Hollywood Malaysia dalam rangka promosi albumnya.
Selama masa kehamilan Rizky, Rossa membuat album kompilasi bertajuk Yang Terpilih yang dirilis pada bulan Desember 2006. Dalam album kompilasi tersebut, Rossa memasang kembali hits-hits lawas seperti “Nada-Nada Cinta” karya Yongky Suwarno (1996), “Tegar” ciptaan Melly Goeslaw (1999), “Hati Yang Terpilih” dari kompilasi soundtrack Hati Yang Terpilih (2000), “Kini” ciptaan Yovie Widianto (2003), dan “Kembali” (2004). Tak lupa Rossa juga menyertakan tiga hits baru, “Cinta Tak Termiliki”, “Terlalu Cinta” karya Yovie Widianto dan “Atas Nama Cinta” ciptaan Melly.[4] Meski rumah tangganya dirundung masalah, Rossa tetap bekerja profesional dengan merilis album Yang Terpilih di Malaysia pada 16 Mei 2007.[5]
Setelah hampir tiga tahun tak mengeluarkan album, Album dirilis pada tanggal Jumat, 16 Mei 2008 setelah dirilis pada bulan Mei 2008 dirilis bentuk pada tahun 2008, Rossa kembali merilis album terbarunya, self title Rossa. Yang menarik di album kelimanya ini, Yoyo, sang suami menyumbangkan satu lagu, “Terlanjur Cinta”. Lagu ini dijadikan sebagai lagu jagoan yang dinyanyikan secara duet dengan Pasha Ungu.
Dalam rangka promosi album barunya self title Rossa, rossa mengadakan konser mini. “Konser Cerita Cinta”. Konser ini diadakan di 7 kota di indonesia, Bandung (30 Mei 2008), Surabaya (6 Juni 2008), Palembang (13 Juni 2008), Bandung (20 Juni 2008), Padang (11 Juli 2008), Batam (17 Juli 2008) dan Medan (25 Juli 2008). Rossa secara ekskusif menampilkan 16 lagu pilihannya yang bercerita tentang pahit manisnya cinta lewat tembang-tembang hits seperti Nada-nada cinta, Tegar, Wanita Yang Kau Pilih, Pudar, Atas nama cinta..dan tentu saja Ayat-Ayat Cinta yang mencatat Sukses Luar Biasa. Hits terbarunya Hey Ladies, Hati Yang Kau Sakiti, dan Tega dibawakan dengan apik dan tentunya kehadiran bintang tamu seperti Delon, Bams Samson akan memberikan nilai tersendiri pada pertunjukan rossa kali ini.
Diantara sela-sela waktu konser mini yang berlangsung dari 30 Juni 2008 s.d 25 Juli 2008, Rossa juga mengadakan konser mini di Kuala Lumpur pada tanggal 27 Juli 2008 yang sukses ditonton 3000 penggemarnya. Sebelumnya, pada tanggal 26 Juli 2008 di Berjaya Mega Mall, Pahang Kuantan, rossa mengadakan jumpa fans.
Akhirnya, impian Rossa untuk menggelar konser menjadi nyata. Pada 26 November 2008, bertempat di Jakarta Convention Center (JCC), ia menggelar konser dengan titel Persembahan Cinta. Di dalam konser ini, Rossa dibantu oleh Erwin Gutawa dan Jay Subiakto sebagai komposer.
Untuk Karir selanjutnya, Rossa di tahun 2010 ini akan mengadakan konser tunggal di malaysia. Bertempat di Stadion Bukit Jalil, Malaysia pada tanggal 29 Mei 2010, rossa menamakan konsernya, “Konsert Melodi Cinta Rossa”. Konser yang akan berlangsung 2 jam ini (mulai dari pukul 20.00 s.d 22.00) akan ditemani Ungu, ST12 dan bintang malaysia, Aizat.Juga didukung oleh Permata Seni Choir, Permata Seni Muzik Tunas Budaya. Untuk pengarah musiknya, rossa mempercayakan kepada Yovie Widyanto Orkestra dan tata tari oleh Jay Soebiyakto. Rossa menjanjikan konser ini akan berbeda dengan konser persembahan cinta di indonesia sebelumnya.