Rektor Unpad Resmikan Komite Etik Penelitian. Ini Maksudnya …

24 January 2018 19:09 WIB
 

SUMEDANG – Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof. Tri Hanggono Achmad meresmikan berdirinya Komite Etik Penelitian Unpad, Selasa (24/01). Komite ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas riset dan pembelajaran di Unpad sehingga dapat menguatkan kebermanfaatannya di masyarakat.
Dalam siaran persnya menyebutkan peresmian Komite Etik Penelitian ini dilakukan Rektor saat membuka pelatihan etik dasar dan lanjut yang diikuti sejumlah dosen di lingkungan Unpad yang digelar di Unpad Training Center, Jalan Ir H Djuanda Nomor 4, Bandung.
Pada kesempatan itu dia mengatakan, riset jadi bagian dalam strategi pengembangan keilmuan di perguruan tinggi. Pengembangan ini bertujuan agar perguruan tinggi lebih banyak memberikan kebermanfaatan di masyarakat untuk menjawab tantangan yang ada. ”Sejak awal mendesain riset harus memikirkan betul sisi maslahatnya. Di sinilah pentingnya kita memahami betul aspek etika riset,” ujar Tri dalam siaran persnya.
Upaya pembentukan komite etik penelitian di lingkungan Unpad diinisiasi kali pertama Fakultas Kedokteran. Didirikan sejak 1990, Komite Penelitian FK Unpad dibentuk sejalan dengan peningkatan jumlah riset di FK, baik riset mandiri maupun kolaborasi dengan institusi dalam dan luar negeri.
Komite ini berperan penting dalam menjaga mutu penelitian. Peran tersebut tidak hanya untuk melindungi hak-hak subjek penelitian, tetapi juga memastikan hak dan kewajiban peneliti tetap terjaga. Hingga saat ini Komite Penelitian FK Unpad berhasil mendapat re-rekognisi internasional dan menjadi rujukan permohonan etik bagi peneliti di tingkat nasional.
Mengacu pada tradisi etik yang telah dikembangkan FK, Komite Etik Penelitan Unpad didirikan untuk mendorong peningkatan mutu bidang ilmu lainnya. Komisi ini nantinya tidak hanya berbicara etika dari sisi penelitian, tetapi juga seluruh unsur tridarma yang dilakukan.
”Semua harus memahami betul aspek etik ini. Tantangan ke depan seperti bagaimana kita memahami betul dari sisi paten, misalnya, itu juga terkait erat dengan sisi etik ini,” kata Rektor.
Selain itu, komisi ini diharapkan menjadi fasilitator kolaborasi antar keilmuan. Para dosen dari seluruh bidang ilmu diharapkan dapat membangun komunikasi dan kerja sama akademik. “Kita bisa saling belajar dan memperkuat kebersamaan kita,” kata Rektor.
Komisi Etik Penelitian Unpad diketuai Dr. Meita Dhamayanti, dr., Sp.A(K), M.Kes., dan sekretaris Nur Atik, dr., M.Kes., PhD. ***

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.