Razia barang impor ilegal, ini tanggapan dewan

7 November 2015 13:45 WIB
 
0

Pilkada Serentak 2018

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Maruarar Sirait mendengarkan aspirasi pedagang di Lindeteves Trade Center (LTC) di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Jumat (6/11).
Seperti dikutip sumedangonline dari Jurnal Parlemen, alam dialog yang dihadir sekitar 500 pedagang itu, secara khusus membahas isu razia barang impor ilegal dan tak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).
Hadir juga dialog ini anggota DPR dari Dapil Jakarta Barat dan Jakarta Utara Charles Honoris, Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi, Dirjen Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan Widodo, Kasubdit I Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri AKBP Sandi Nugroho dan Direktur Kriminalitas Khusus Kombes Pol Mujiono.
Melvin, salah seorang pemilik toko alat-alat mikropon di LTC, mengatakan bahwa ia termasuk orang yang cukup bingung dengan isu razia di toko-toko. Sebab kalau memang ada barang ilegal, sudah seharusnya tidak bisa keluar dari pelabuhan.
“Kita disini menerima barang, lalu menjualnya. Nah kalau ada razia, harusnya di pelabuhan dong, bukan di toko. Tapi sekarang, dengan diskusi ini menjadi sangat jelas. Mana yang SNI, lalu bagaimana mekanisme razia itu,” kata Melvin.
Melvin juga berterimakasih kepada Maruarar Sirait yang mau datang dan turun langsung ke LTC. Apalagi dialog dengan dipandu Maruarar ini persoalan menjadi mudah dipahami dan jelas.
“Saya tadinya ragu mau datang ikut dialog. Ternyata dialognya sangat berguna, Pak Maruarar tidak berpihak pada kami, juga tidak berpihak pada Pemerintah. Beliau saya kira sangat terbuka dan aspiratif, dan ingin bersama-sama kita dagang nyaman, pemerintah juga bisa menegakkan hukum dan ekonomi berjalan,” ungkap Melvin. (Jurnal Parlemen)

Foto : merdeka.com