Ratusan Tamu Akan Ikut Panen Raya bersama Kodam

15 March 2013 10:53 WIB
 
1
1693

SUMEKS, DARMARAJA – Lebih dari 500 orang di lingkungan Pemerintahan Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Sumedang, rencananya akan menghadiri gelar acara panen raya padi dari program GP3K (Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi) di Dusun Cibogo, Desa Cibogo, Kecamatan Darmaraja, Selasa (26/3) mendatang.

Wakil Asisten Teritorial Kodam III/Siliwangi Letkol Inf Bahram, tengah mengecek padi.
Wakil Asisten Teritorial Kodam III/Siliwangi Letkol Inf Bahram, tengah mengecek padi.

“Saya sudah mendapatkan informasi dari kodam, rencana tamu yang akan hadir dari Provinsi kurang lebih 100 orang, dari wilayah sekitar 500 orang. Termasuk dari Gubernur, Pangdam, Dinas Pertanian Jawa Barat, meski pun itu baru rencana, mudah-mudahan tanggal 26 Maret jadi ke Desa Cibogo,” kata Ketua Kelompok Tani (Poktan) Mitrawangi, Iwan Setiawan, kepada Sumeks, Kamis (14/3).

Poktan Mitrawangi pun, sebut Iwan, saat bersamaan tengah mendapat bantuan program SL-PTT (Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu) untuk menanam varietas Hibrida Boshima BSHS-6H.

“Kita mendapat bantuan SL-PTT untuk menanam varietas Hibrida Boshima, seluas 10 Ha, yang ditanam pada pertengahan Desember lalu,” tambah Iwan.

Terpisah Ketua Kelompok Pemuda Tani, Yoyon, menyebutkan sangat wajar jika Pangdam III/Siliwangi melakukan panen raya di Desa Cibogo. Apalagi sebutnya, pemuda tani yang ada di Desa Cibogo itu merupakan bentukan Kodam III/Siliwangi.

Hal itu dibenarkan Sekretaris BPD Desa Cibogo, Hadi Barkah, sebut dia dengan kunjungan para petinggi di tingkat provinsi ke Desa Cibogo, membuktikan jika kiprah pemuda tani yang ada di Desanya sudah sesuai dengan aturan.

“Ini merupakan Satu kehormatan bagi Pemuda Tani Desa Cibogo, yang juga merupakan bagian dari Pemuda Tani Indonesia yang dibentuk Kodam III/Siliwangi. Yang salahsatu kegiatannya untuk membantu para petani dalam hal peningkatan pangan,” kata Hadi.

Selain itu sebut Hadi, di kelompok Tani Mitrawangi pun terdapat satu teknologi baru untuk mendeteksi hama yang datang dengan menggunakan sebuah alat Lemtrap yang disimpan di tengah sawah di lokasi SL-PTT.

“Hama-hama penyakit itu akan masuk karena terpancing cahaya Lemtrap, kemudian setiap pagi para anggota Poktan itu melakukan penelitian jenis hama yang masuk, dan berkoordinasi dengan PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) Desa Cibogo, untuk menentukan cara penanggulangannya seperti apa. Hingga seperti kita lihat sawah yang ada di sini, Alhamdulillah jauh dari hama,” terang pria yang ingin membangun Pemuda Mapan (Maju Terdepan) Desa Cibogo tersebut.

Sebelumnya, dalam kunjungan peninjaun lokasi beberapa waktu lalu Wakil Asisten Teritorial Kodam III/Siliwangi Letkol Inf Bahram, menyebutkan jika TNI terjun ke masalah pertanian, karena TNI ingin membantu masyarakat dalam hal peningkatan pangan yang erat kaitannya dengan keamanan.

“Kenapa kita ikut campur ke masalah pertanian, karena TNI ingin membantu masyarakat petani dalam hal peningkatan pangan. Karena pangan merupakan nilai strategis. Standarisasinya, jika pangannya sudah kuat maka keamanan sebuah Negara pun akan aman,” kata Letkol Inf Bahram. (ign)

1 COMMENT