Rakornas Kadin 2017, Jokowi: Pastikan tak ada penurunan daya beli

5 October 2017 14:01 WIB
 
0
Ketua Pelaksana Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2017 Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Maruarar Sirait memastikan Presiden Joko Widodo akan menindaklanjuti hasil Rakornas Kadin tersebut. Tindak lanjut itu baik dalam bentuk aturan, kebijakan maupun anggaran.
Istimewa
Ketua Pelaksana Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2017 Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Maruarar Sirait memastikan Presiden Joko Widodo akan menindaklanjuti hasil Rakornas Kadin tersebut. Tindak lanjut itu baik dalam bentuk aturan, kebijakan maupun anggaran.

JAKARTA – Ketua Pelaksana Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2017 Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Maruarar Sirait memastikan Presiden Joko Widodo akan menindaklanjuti hasil Rakornas Kadin tersebut. Tindak lanjut itu baik dalam bentuk aturan, kebijakan maupun anggaran.

Pada awal sambutannya, Presiden Joko Widodo mengemukakan kepercayaan kepada Indonesia saat ini sudah ada. Terbukti dengan “investment grade“. Bentuk kepercayaan juga bila saat ini Indonesia menjadi negara keempat tujuan investasi, yang semula berada di urutan kedelapan. Bahkan saat ini, “ease of doing business” dari yang sebelumnya 120 menjadi 91.

”Nah kalau angka-angka seperti ini diragukan, ini yang meragukan sebetulnya bukan dunia usaha. Saya yakin ini orang politik. Atau, politikus yang menyambi dengan dunia usaha,” kata Presiden Joko Widodo, yang langsung disambut tawa hadirin.

Presiden yang kerap disapa Jokowi itu pun menjelaskan, isu menurunnya daya beli masyarakat akhir-akhir ini sengaja disampaikan oleh orang-orang politik untuk kepentingan politik tahun 2019, yang tinggal hampir setahun lagi. Namun, faktanya isu tersebut sangat tidak beralasan.

Menurut Presiden yang sesungguhnya terjadi saat ini, adanya pergeseran dari offline ke online. Banyak orang yang tidak melihat itu. Ia menunjukkan data, jasa kurir naik 130 persen di akhir September ini. ”Angka ini didapat dari mana? Ya kita ngecek. DHL cek, JNE cek, Kantor Pos cek, saya kan juga orang lapangan, jangan ada yang bantah,” ujar Presiden.
Saat ini, katanya, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) naik 12,14 persen. Angka ini menunjukkan bahwa ada aktivitas ekonomi. Saat ini juga, industri naik 16,63 persen dibanding tahun lalu, sementara perdagangan naik 18,7 persen. Di bidang pertambangan juga naik 30,1 persen. ”Terserah percaya atau tidak, tapi angka ini saya peroleh. Kalau masih ada yang ngotot, ya silakan maju. Gampang sekarang, silakan maju, kita bicara, atau nanti pas ketemu harinya saya aturnya,” kata Presiden Jokowi. *** rls