Putusan Pengadilan, Akhiri Polemik Dua SMK

13 December 2012 09:07 WIB
 
0
Seseorang tengah menurunkan bendera di depan SMK Kehutanan Rimba Bahari, Rabu sore (12/12).
Seseorang tengah menurunkan bendera di depan SMK Kehutanan Rimba Bahari, Rabu sore (12/12).

SITURAJA – Polemik antara SMK Kehutanan Rimba Bahari dengan SMK Kehutanan Cisitu dipastikan akan segera berakhir setelah adanya keputusan pengadilan yang memenangkan guggatan pihak SMK Kehutanan Rimba Bahari.

“Senin kemarin kita melakukan sidang di Pengadilan Negeri (PN) Sumedang, untuk mendengarkan putusan hakim. Dalam putusannya hakim mencabut operasional SMK Cisitu karena yayasan yang menaunginya cacat hukum sebab tak ada putusan dari Menteri Hukum dan HAM, sehingga kemarin diputuskan (oleh hakim) bahwa SMK Cisitu dilebur ke SMK Rimba Bahari sesuai dengan surat pernyataan serah terima sebelumnya,” kata Kepala SMK Rimba Bahari, Transisia Lancin, di ruang kerjanya, Rabu (12/12).

Dengan demikian sebut Transisia, status serah terima yang sebelumnya menjadi polemik sudah jelas kekuatan hukumnya, apalagi setelah adanya kekuatan keputusan hakim. Namun, menurut Transisia salinan dari surat keputusan hakim tersebut belum ia terima. “Kemungkinan katanya seminggu kemudian akan kita terima surat salinannya, jadi kemarin itu hanya sebatas membacakan putusan saja,” tambahnya.

Transisia berharap dengan adanya surat keputusan pengadilan tersebut semua pihak dapat mematuhi keputusan tersebut. “Akhir dari semua konflik ini ternyata harus diselesaikan di pengadilan,” imbuhnya.

Dikatakan Transisia, sebelumnya pihaknya terus memberikan somasi ke pihak SMK Kehutanan Cisitu. “Ternyata mereka tak menghiraukan somasi dari kita, sehingga kita gugat ke pengadilan dan itu juga berdasarkan saran dari kepala dinas, jika tetap tak selesai agar diajukan ke pengadilan saja,” terangnya.(ign)

PROMO CONTENT
loading...