Profesor Ahman Puji Pagelaran Festival Seni di Sumedang

15 December 2012 22:41 WIB
 
1
957
Wabup Sumedang (ki) dan Dirjen Ekonomi Kreative tengah berbincang di sela acara.
Wabup Sumedang (ki) dan Dirjen Ekonomi Kreative tengah berbincang di sela acara.

KOTA – Direktur Jenderal (Dirjen) Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Prof. Dr. H M. Ahman Sya, memuji tingkat partisifasi masyarakat Sumedang dalam menghadiri Festival Seni dan Ekonomi Kreatif Wilayah Priangan Timur yang diselenggarakan Universitas Pendidikan Indonesia, di Alun-alun Sumedang, Sabtu (15/12/2012).

“Kita lihat pada moment pembukaan. Respon dari masyarakat demikian besar tentu ini akan menjadi sebuah referensi bagi masyarakat lainnya di wilayah Jawa Barat,” ungkap Ahman Sya saat diminta tanggapannya.

Lanjutnya, hal itu beralasan karena Sumedang telah mendeklarasikan diri sebagai pusat kebudayaan Sunda. “Oleh karena itu kami menyambut baik atas partisifasi dan kerjasama dengan pemerintah daerah di Kabupaten Sumedang ini, apalagi kegiatan ini di selenggarakan UPI yang sangat peduli terhadap budaya sunda,” tambahnya.

Untuk penyelenggaran kegiatan serupa di daerah lain menurut Ahman, hal itu bergantung pada titik tolak dari daerah masing-masing, seberapa besar mereka akan menggali potensi yang dimiliki daerahnya. “Kegiatan ini tergantung dari muatan dan sineas masing-masing, misalnya di Solo ada Festival seni pertunjukan, di Malang festival seni rupa, di Jogjakarta ada FFI kemudia di Sumbar. Itu bertitik tolak dari daerah masing-masing dan potensi yang dimiliki masing-masing,” terangnya.

Mendapati pujian langsung dari Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wakil Bupati Sumedang, H Taufiq Gunawansyah SIP MSI, mengaku tersanjung dengan penghargaan tersebut. “Terimakasih dan penghargaan pada Pak Dirjen yang menjadikan Sumedang sebagai lokasi kegiatan Festival Seni dan Ekonomi kreatif termasuk juga dari UPI. Sesuai dengan komitmen Sumedang, bahkan sudah menjadi sebuah kebijakan. Untuk menjadikan nilai-nilai budaya Sunda sebagai basis inovasi bagi pemerintahan dan pembangunan terutama yang sangat relevan dari pameran ini adalah pengembangan ekonomi kreative. Saya kira itu sangat penting bagi kepentingan pengembangan daerah ini, pengembangan ekonomi creative inilah yang dapat mengangkat potensi daerah dan memiliki daya saing dengan potensi yang dimiliki di daerah seperti Seni dan Budaya,” tandas Taufiq.(FIT)

1 COMMENT