PON 2016 DAN KREATIVITAS DAERAH

16 September 2016 21:09 WIB
 
0
Stand Pameran kebanjiran
Erwin Nugraha/Hanjuang
Stand Pameran kebanjiran

Sebagai masyarakat saya kecewa bukan masalah bazaar ukm, mau rame atau tidak namanya juga usaha atau dagang.

Tapi sikap Pemerintah Sumedang sebagai salahsatu tuan rumah PON 2016 seolah-olah saling lempar tanggungjawab antara kabupaten dan provinsi.

Ini kan hajat bersama, daerah diuntungkan dengan adanya event, sementara tugas daerah adalah memgenalkan potensi yang ada agar tamu dari luar tahu bahwa di Sumedang ini potensi – potensinya, dengan harapan jangka panjangnya banyak yang ingin berkunjung ke Sumedang sebagai daerah tujuan wisata misalkan atau berinvestasi yang memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

Provinsi memfasilitasi dengan adanya stand bazaar, pagelaran dan lain – lain, tinggal bagaimana daerah mengajak masyarakat untuk berbondong-bondong menyaksikan event 4 tahunan dan juga mengenalkan potensi daerahnya ke para tamu undangan.

MISKIN IDE

Dari awal pasti tahu lokasi atau venue cabang olahraga yang dipertandingkan di Sumedang itu di daerah pegunungan harusnya ada PLAN A – Z agar diminati masyarakat atau wisatawan, sehingga disiapkan berbagai langkah agar acara sukses dan benar – benar ajang pemberdayaan ekonomi rakyat bukan teori semata.

Misalkan disediakan ANGKUTAN GRATIS buat penonton di sejumlah pusat keramaian, penyebaran media promosi dan rundown acara.

Menghadapi kendala SUSAH CARI MAKANAN, ramaikan dengan FESTIVAL JAJANAN BAHEULA KHAS SUMEDANG, dengan harga terjangkau ulah harga NYEKEK ka tamu.