Polres Sumedang pasang maklumat Kapolda Jabar di sejumlah bus

24 November 2016 22:09 WIB
 
5
Seseorang tengah membaca maklumat di terminal Ciakar, Sumedang.
Seseorang tengah membaca maklumat di terminal Ciakar, Sumedang.

Pilkada Serentak 2018

SUMEDANGONLINE: Antisipasi pencarteran bus untuk digunakan aksi unjukrasa pada 25 November dan 2 Desember 2016. Jajaran aparat kepolisian melaukan penyuluhan dan pembagian maklumat Kapolda Jawa Barat ke sejumlah Perusahaan Oto (PO) bus yang ada di Kabupaten Sumedang.

Kapolres Sumedang melalui Kasubag Humas, AKP Dadang Rostia, membenarkan tentang adanya penyuluhan dan pembagian maklumat. Sebut dia, kegiatan penyuluhan dan imbauan itu dilaksanakan siang tadi (24/11/2016) sekira pukul 13.00 WIB.

“Untuk sementara hasil koordinasi tidak ada PO Bus yang ada di Kabupaten Sumedang yang dicarter untuk kegiatan unras tanggal 25 November 2016 dan 2 Desember 2016,” ungkap Kasubag Humas Polres Sumedang, AKP Dadang Rostia.

Selain itu sebut dia, jajarannya pun telah melakukan pemasangan maklumat Kapolda Jabar di terminal Ciakar, termasuk di sejumlah bos yang melintas kawasan Sumedang.

Berikut Petikan Maklumat Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Bambang Waskito, bernomor Mak/01/XI/2016 tertanggal, Rabu 23 November 2016, di antaranya :

1. Dalam menyampaikan pendapat di muka umum, mematuhi pembatasan waktu yang telah ditentukan, memenuhi hak dan kewajibannya serta mematuhi UU RI Nomor 9 Tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum dan sebelum pelaksanaan agar memberitahukan tiga hari sebelumnya secara tertulis kepada kepolisian setempat.

2. Tidak mengirimkan massa dalam jumlah besar untuk mengikuti aksi unjuk rasa di maksud, untuk penyelesaian permasalahan hukum berikan kepercayaan kepada Polri dan Pemerintah, yakinlah bahwa Polri dan Pemerintah, dapat menyelesaikan perkara ini secara profesional, normatif, transparan, dan berkeadilan.

3. Tidak membawa alat peralatan yang dapat berpotensi terjadinya perbuatan pidana, dengan membawa, memiliki, menyimpan, mengangkut, menguasai senjata api, amunisi atau bahan peledak, penusuk dan alat pemukul dapat di kenakan sanksi hukuman mati atau hukuman seumur hidup atau penjara selama-lamanya 10 sampai 20 tahun, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (1) dan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

4. Tidak menghasut atau memprovokasi dengan lisan atau tulisan, supaya melakukan sesuatu perbuatan yang dapat dihukum, dapat dikenakan sanksi hukuman penjara selama-lamanya enam tahun atau denda sebanyak-banyaknya Rp 4.500 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160 KUHP.

5. Tidak menyebarkan atau meneruskan informasi elektronik yang bemuatan penghinaan atau pencemaran nama baik dan menimbulkan rasa kebencian permusuhan individu, atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA dengan elektronik, media elektronik, media sosial, dapat dikenakan sanksi pidana paling lama enam tahun penjara atau paling banyak denda Rp 1 miliar, sebagaimana di maksud dalam Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

6. Tidak melawan perintah, menghalangi-halangi, atau menggagalkan petugas Polri yang sedang menjalankan tugasnya dan berkerumun dengan sengaja tidak pergi dengan segera sesudah diperintahkan tiga kali oleh petugas yang berhak, dapat dikenakan sanksi hukuman 4 bulan 2 minggu atau denda Rp 9.000, sebagaimana dimaksud Pasal 216 ayat (1) KUHP dan Pasal 218 KUHP.

7. Para pihak yang mendukung dan memberikan fasilitas, sarana prasarana kepada pengunjuk rasa yang melakukan perbuatan pidana dapat dikenakan sanksi sebagai turut serta atau intelectual dader sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 atau Pasal 56 KUHP.

8. Pada saat melaksanakan unjuk rasa dilarang melakukan kegiatan yang dapat mengganggu jalan (Tol, Arteri dan Khusus) sebagaimana dimaksud pada UU Nomor 38 Tahun 2004 Pasal 12 ayat (1) dipidana penjara paling lama 18 bulan atau denda paling banyak Rp 1,5 miliar. ***

5 COMMENTS

  1. Kembali keeeee,,,,,,,,, ORBA
    Pembatasan mengeluarkan pendapat ,, heueheuheu,,,adakah maklumat kebijakan operasi patuh ???? Kuring rek nyieun sim map formulir di babawa keneh 200 mtr ti lokasi teu meunang ampun di tilang euy heueheuheu

  2. (Qs.Al-Baqarah 2.12)Allah SWT berfirman: “Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari.” (QS. Al-Baqarah: Ayat 12) aksi bela. …….?? 212

  3. Etateh namina KALANGKABUT beak dengkak milari alasan teu mendak- ahirna tunggul dirarung catang dirumpak… Naon nu aya dipake alat pembenar .. Hadeuh Paranoid