Penerapan Ekonomi Kerakyatan buat Masyarakat Sumedang

30 April 2010 22:17 WIB
 
0

Dalam sebuah ulasan Pers :

Para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Sumedang banyak yang kekurangan gizi. Hal ini diketahui setelah dilakukan “general medical check up” terhadap 6 ribuan PNS. Jumlah PNS di Sumedang kini 14 ribuan. “Dari hasil medical check up itu diketahui banyak PNS yang menderita gizi buruk,” kata Sekda Atje Arifin Abdullah.(Kamis,12/11/2009).

 

“Fakta tersebut cukup menyesakkan. Pasalnya jumlah penderita gizi buruk pada balita di Sumedang juga terus meningkat. Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumedang tahun lalu ada 84.653 balita yang menderita gizi buruk. Dari jumlah ini juga ditemukan balita yang menderita marasmus kwashiorkor (busung lapar)”. (Sumber: http://tribunjabar.co.id)

Koperasi Indonesia

Berdasarkan atas kenyataan tersebut di atas nampaknya benar, bahwa secara keseluruhan tingkat kemakmuran / perekonomian masyarakat Sumedang masih kurang / di bawah standard.

Hal itu dapat dijadikan salah satu kesimpulan bahwa Ekonomi Kerakyatan di Indonesia masih belum sepenuhnya dapat diterapkan dan dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.

Sementara sumber lain mengatakan : Indonesia adalah merupakan Pangsa Pasar terbesar di dunia untuk mobil BMW dan tercatat sebagai salah satu pengguna Black Berry – Smart Phone terbanyak. Selain itu orang Indonesia dikenal juga di Singapore atau Paris sebagai bangsa yang doyan belanja dan dikenal sebagai orang yang consumptive…!