Pemborong dan Dirutnya Tak Ditahan, Tersangka Sedih

19 December 2011 23:23 WIB
 
0
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Melongok Dua Tersangka Alkes RSUD Sumedang di Rutan Kebonwaru Bandung

Dua tersangka kasus dugaan penyelewengan dana alat kesehatan (alkses) di Rumah Sakit Umum (RSU) Sumedang dijebloskan ke rutan Kebonwaru Bandung, Kamis (15/12) lalu. Mereka adalah Ketua Panitia lelang ATH dan sekretarisnya S. Bagaimana kondisi keduanya. Sumeks berkesempatan menjenguknya Sabtu (17/12).

Jarum jam menunjukkan pukul 10.30. Suasana rumah tahanan di Jalan Jakarta Bandung itu tampak ramai. Puluhan kendaraan roda dua dan empat terparkir. Sementara itu di pintu masuk penjara tampak puluhan orang mengantre. Ada juga yang menunggu di tempat khusus yang disediakan pihak rutan

Di sekeliling ruang tunggu tersebut terpampang peringatan yang mengingatkan agar pengunjung tak memberikan tips kepada petugas lapas. Perhatian Kunjungan Tidak Dipungut Biaya. Dalam papan peringatan itu juga dicantumkan nomor telepon pengaduan jika terjadi pungli.

Beberapa saat kemudian meluncur sebuah mobil dinas berflat merah masuk ke halaman Lapas. Mobil itu adalah rombongan dari RSUD Sumedang. Tampak juga Direktur RSUD Hilman Taufik. Siang itu dia mengenakan baju putih. Bersama Hilman sejumlah keluarga tersangka mengiringinya.

Sumeks yang saat itu bersama pegiat antikorupsi dan masyarakat Sumedang berada di belakang rombongan dari RSUD. Sekitar 10 menit menunggu akhirnya pintu gerbang rutan dibuka. Pemeriksaan pun dilakukan petugas jaga. Barang bawaan harus dititipkan, termasuk handphone dan kamera.  Tak cukup disitu di ruang masuk rutan bagian dalam harus lapor siapa tahanan yang akan dikunjunginya. “Mau ketemu ke Pak Agus dan Suhaya dari Sumedang,“ kata Asep Surya aktivis gerakan antikorupsi yang saat itu serombongan dengan Sumeks. Petugas jaga pun dengan ramah mengantarkannya ke ruang besuk. Di ruang besuk ternyata sudah ada dokter Hilman Taufik bersama salah seorang distributor alkes.

PROMO CONTENT
loading...