Pelantikan Pengurus UPZ Ditandai Pemberian Santunan

10 February 2016 22:04 WIB
 
0
pelantikan UPZ kecamatan
pelantikan UPZ kecamatan

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis

Pelantikan Pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan se-Kabupaten Sumedang masa bakti 2016 – 2017 di Aula Gedung Pusat Da’wah Islam (Pusdai) Sumedang, Rabu (10/2), ditandai dengan penyaluran dana, zakat infak dan sedekah oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sumedang kepada para mustahiq.

Dana tersebut disalurkan dalam bentuk santunan dan bantuan untuk 52 orang guru ngaji non PNS, 10 pondok pesantren, 32 sarana keagamaan, dan 21 lembaga dakwah keislaman. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati H Eka Setiawan dengan didampingi Ketua BAZNAS Jawa Barat H Arif Ramdani, Anggota DPRD Nurdin Zaen, Kepala Kantor Kemenag Sumedang H Hasen, dan Ketua BAZNAS Sumedang H Ali Badjri.

Dalam laporannya Ketua BAZNAS Sumedang H Ali Badjri menyampaikan, meski dana zakat, infak, dan sedekah yang terkumpul pada tahun 2015 mencapai Rp. 27 miliar lebih, namun jumlah tersebut masih relatif kecil dibandingkan potensi yang belum tergali sepenuhnya dari umat. “Kalau diibaratkan raksasa tidur, jumlah tersebut baru dari membuka matanya saja, belum sepenuhnya bangun dari tidurnya. Zakat mal saja, dari target Rp. 8 miliar baru terealisasi Rp. 6,6 miliar,” ucapnya.

Dilaporkan pula olehnya, gerakan infak seribu di Tahun 2015 menghasilkan Rp. 385 juta yang diantaranya digunakan untuk membantu pembangunan mesjid-mesjid di pedesaan. “Kami mempunyai program Infak Seribu untuk Seribu Mesjid yang sekarang sedang memasuki Tahap Ketiga. Jadi targetnya semua mesjid jami di desa-desa akan mendapat bantuan,” imbuhnya.

Ia juga mengatakan, peran guru ngaji dan ulama sangat besar dalam membantu BAZNAS mensosialisasikan zakat, infak dan sedekah kepada masyarakat. Untuk itu, mereka layak mendapat penghargaan. “Guru ngaji yang sekarang diberi santunan dan penghargaan adalah yang sudah 30 tahun lebih mengabdi. Masing-masing mendapat Rp. 1 juta. Sedangkan bantuan untuk pondok pesantren sebesar Rp. 5 juta per pesantren. Adapun untuk lembaga keagamaan dan keperluan dakwah masing-masing sebesar Rp. 1 juta,” tuturnya.

Sebagai kepanjangan BAZNAS Kabupaten, pengurus UPZ Kecamatan yang baru saja ia lantik diminta untuk menjalankan amanah yang diemban dengan sebaik-baiknya. “UPZ di tingkat kecamatan dituntut untuk dapat mewujudkan sikap amanah, transparan, dan profesional dalam segala aktivitas pengelolaan zakat,” ujar H Ali Badjri.

Dikatakan olehnya, keberhasilan pengelolaan zakat sangat ditentukan oleh kepercayaan umat dalam menitipkan zakat. “Tanpa adanya kepercayaan dari masyarakat, mustahil BAZNAS bisa optimal bekerja. Tanpa transparansi dan pertanggungjawaban kepada masyarakat, tidak mungkin masyarakat akan percaya,” ucapnya.

Wakil Bupati H Eka Setiawan menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Sumedang yang telah banyak membantu Pemda melalui berbagai program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat. “BAZNAS Sumedang memang layak menjadi yang terbaik sehingga mendapatkan BAZNAS Award tingkat nasional. Tentunya prestasi tersebut berdasarkan atas keberhasilan BAZNAS Sumedang dalam menjalankan program-programnya,” ucapnya.

Keberhasilan yang dicapai BAZNAS Sumedang, lanjut Wabup, adalah hasil kerja sama yang baik antara BAZNAS dengan pihak pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, maupun stakeholder yang terkait dalam pengelolaan zakat. “Banyak kreasi dan inovasi yang dilakukan oleh BAZNAS Sumedang dalam menghimpun dan mengelola dana umat. Tak heran banyak yang datang untuk studi banding,” tutur Wabup.

Sehubungan dengan telah dilantiknya para pengurus UPZ tingkat kecamatan, Wabup berharap keberadaan UPZ tersebut dapat mendukung optimalisasi pengumpulan zakat.

Acara ditutup dengan Sosialisasi Sistem Pengumpulan Zakat dan Seminar Motivasi dengan narasumber Dedi A Santika yang diikuti oleh seluruh UPZ baik di tingkat kecamatan maupun dari dinas instansi.***