Pedagang, Ingin Pasar Tarikolot Segera Diperbaiki

18 July 2011 20:14 WIB
 
Pasar Tarikoloto. Foto:igun gunawan

JATINUNGGAL – Para pemilik kios di pasar lokal Tarikolot Kecamatan Jatinunggal menyangkan sikap Desa Tarikolot yang tidak memberikan lahan untuk dijadikan pelebaran pasar, ketika akan adanya kucuran dana dari Pemerintah, bahkan menurut kabar yang mereka terima dana tersebut justru akan dialihkan untuk pasar di Kecamatan Jatigede.

“Tahun 2010 lalu ada dana bantuan dari Pemerintah untuk merehab pasar Lokal Tarikolot ternyata lahan tidak memadai sehingga dilempar ke kecamatan Jatigede,” kata Dede (62) pedagang di los pasar Tarikolot kepada sumedangonline kemarin.

Padahal lanjut Dede, rehab pasar lokal Tarikolot yang luasnya sekira 97 tumbak itu tidak harus dengan melebarkan pasar, namun dengan menaikannya ke atas sehingga pasar Tarikolot menjadi dua lantai. Ia pun menilai meski diperlebar tidak akan menyelesaikan semrawutan pasar yang sudah terjadi, karena pasar yang memiliki 74 kios itu tidak memiliki lahan parker memadai dan tidak adanya pembuangan bak sampah.

Dikatakan Dede, pasar buka setiap hari mulai pukul 03.00 dini hari sampai sore, “buka pasarnya setiap hari dari pagi hingga sore, tapi kadang ada juga sebagian yang sampai pukul 12.00 Wib dan 14.00 Wib,” lanjutnya.

Hal senada dibenarkan pengelola pasar Tarikolot, H Darta (52), namun menurut keterangannya berkaitan dengan pelebaran pasar pihaknya sampai saat ini belum ada keputusan pasti,”jadi untuk masalah pelebaran pasar sampai saat ini belum ada keputusan, kemungkinan dalam 2 bulan ke depan sudah ada,” ungkapnya.

Meski ada lahan untuk pelebaran di belakang pasar seluas 400 bata namun lahan tersebut sudah berpenghuni, sehingga menurutnya, jika pun nantinya ada bantuan untuk pelebaran pasar Tarikolot, biayanya akan semakin tinggi, selain harus membangun pasar juga untuk merelokasi penduduk yang ada di sana.

BACA JUGA  Ngalaksa, Di Rancakalong

“Jika tanah itu jadi dibeli, kemungkinan yang bermukim disana harus direlokasi, hingga biayanya double untuk mengusir dan membangun pasar,” kata Darta yang memperkirakan besarnya anggaran untuk pelebaran pasar senilai Rp 1 M.

Lebih lanjut Darta menyebutkan selama ini pihaknya belum mengajukan rehabilitasi pasar tersebut karena berbenturan dengan masa kontrak pasar yang akan habis di tahun 2013 mendatang.”Nanti saja kalau sudah memperpanjang kontrak ke Desa, karena habisnya tahun 2013, karena pasar ini di kontrak selama 15 tahun,” paparnya.

Sayangnya ketika ditanya harapan kepada pemerintah, H Darta, dengan dingin menjawab tidak tahu.(igun gunawan)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.