Pasca insiden pelemparan Bendera Merah Putih, Kodim 0610 Sumedang terus lakukan monitoring

12 September 2017 12:39 WIB
 
0

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis

Pasca insiden pelemparan Bendera Merah Putih, Kodim Sumedang terus lakukan monitoring

SUMEDANG: Pasca terjadinya pencabutan dan dilemparkanya bendera merah putih oleh salah seorang TKA PT MCC asal China, aparat TNI Kodim 0610 Sumedang terus melakukan monitoring.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Dandim 0610, Letkol Arm I Made Mertha Yasa, S.Sos, agar aparat Teritorial atau Kewilayahan Satuan Kodim 0610 Sumedang mengetahui segala situasi dan kondisi yang terjadi di setiap wilayah tanggungjawabnya.

“Hal itu tentu saja menjadi suatu syarat mutlak untuk diketuahui dansat berdasarkan laporan dari satuan bawah. Dalam hal ini adalah Koramil di Jajarannya dan Unit intel sebagai pelaksana pemantauan disektornya masing-masing,” katanya kepada sejumlah media, Selasa (12/9).

I Made juga menyebutkan, pihaknya tidak melakukan monitoring sendirian. Melainkan bekerjasama dan berkoordinasi dengan pihak – pihak terkait seperti Polres, Pemda, Dinas Imigrasi dan Perusahaan/PT serta warga masyarakat di area kejadian Dusun Cileungsar Rt 01 Rw 03 Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang,  Senin (11/09/2017).

“Dalam kegiatan pemantauan langsung ke area PT. STK tersebut, kami sambil menunggu proses penyelidikan dan penyidikan dari Pihak Berwenang (Polres Sumedang). Kami menghimbau kepada seluruh Komponen Lapisan Masyarakat untuk menyikapi kejadian tersebut dengan persuasif guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan yang merugikan dan berakibat fatal bagi kita,” ujarnya.

Hingga saat ini, kondisi di area proyek terowongan tersebut dalam keadaan dihentikan sementara. Sampai ada pemberitahuan lebih lanjut guna menghindari kejadian-kejadian sabotase dari pihak yang tidak bertanggug jawab, Kodim 0610 Sumedang bekerjasana dengan Muspida melakukan pengawasan dan pemantauan secara melekat melalui patroli bersama oleh Personel TNI/Polri, Satpol PP serta Linmas setempat yang diserti oleh Pihak Perusahaan dan Warga sekitar.

“Karena Obyek tersebut merupakan Obyek Vital Nasional yang mesti kita jaga bersama,” sebut I Made. ***Wanda