Panwaslu Sebut Perusakan APK Masuk Pidana Pemilu

4 March 2018 00:38 WIB
 

SUMEDANG – Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Panwaslu Kabupaten Sumedang Ade Sunarya memberi tanggapan terkait adanya Alat Peraga Kampanye (APK) yang rusak. Kerusakan APK calon tersebut juga diberitaka SUMEDANG ONLINE sebelumnya, masif di sejumlah daerah di kabupaten Sumedang.

“Itu masuk pelanggaran pidana pemilihan,” kata Ade Sunarya saat dihubungi SUMEDANG ONLINE via pesan WhatsApp.

Meski demikian Ade belum menerima laporan secara resmi terkait dugaan perusakan APK tersebut. “Secara resmi belum ada laporan,” sambungnya.

Penelusuran SUMEDANG ONLINE, aturan terkait larangan melakukan perusakan/menghilangkan APK termuat dalam BAB IX PKPU Nomor 4 Tahun 2017 Larangan dan Sanksi pada Pasal 68 ayat 1 Dalam Kampanye dilarang, di bagian huruf (g) berbunyi merusak dan/atau menghilangkan Alat Peraga Kampanye.

Diberitakan sebelumnya Tim Advokasi pemenangan Dony Ahmad Munir-Erwan Setiawan (Doamu-Esa), berencana akan melaporkan kejadian perusakan sejumlah APK milik mereka ke Panwas dan pihak berwajib.

”Kami sedang melakukan inventarisasi, rekapitulasi, dan segera akan melakukan koordinasi serta melaporkan kejadian ini kepada Panwas dan pihak berwajib,” kata Taufik Hidayat, sebagai bagian dari tim advokasi Paslon Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dan Erwan Setiawan.

Disebutkan dia, laporan awal yang diterima tim Doamu Esa perusakan terjadi di daerah Rancakalong, Cisitu, dan sejumlah daerah di wilayah Kota Sumedang. “Namun detailnya sedang kami lengkapi, sebagai bahan laporan,” tambahnya. ***FITRI

BACA JUGA  Ingin Bantu Bencana Cimanintin yu Gabung dengan Netizen Peduli Cimanintin

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.