Panwaslu Kota Cirebon Puji Sumedang

26 January 2013 23:38 WIB
 
0
1192

KOTA – Ketua Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Cirebon, H.M Marzuki, menyebutkan jika Panwaslu Sumedang lebih berpengalaman dalam Pemilihan Umum (Pemilu) gabungan.

Ketua Panwaslu Sumedang, U Sudaya, tengah berbincang dengan Ketua Panwaslu Kota Cirebon.
Ketua Panwaslu Sumedang, U Sudaya, tengah berbincang dengan Ketua Panwaslu Kota Cirebon.

Hal itu dikatakan Marzuki, saat kunjungan kerja ke Panwaslu Sumedang. Rombongan Komisioner Panwaslu Kota Cirebon yang berjumlah 60 orang itu langsung diterima Ketua Ketua Panwaslu Sumedang, U Sudaya S.H., di Kantor Panwaslu Sumedang, Jalan Angkrek Sumedang, Sabtu (26/01).

“Sumedang itu lebih berpengalaman dalam pemilu gabungan (Pilgab), kalau yang lain seperti Kota Cirebon itu kan baru pertama kali. Kalau Sumedang kan sudah yang kedua kalinya, oleh karena itu saya pilih Sumedang,” kata Ketua Panwaslu Kota Cirebon, H.M Marzuki, kepada wartawan.

Selain karena faktor pengalaman sebut Marzuki, Sumedang pun mampu memberikan suasana yang aman dan kondusif sebelum, ketika dan saat pemilihan umum berlangsung. “Sumedang juga kelihatannya itu tentram artinya kondusif, sementara kita lihat calon indpendennya saja ada tiga. Bagaimana Kota Cirebon dengan calon indepennya yang terus bertarung dan menyebabkan suhu politik Kota Cirebon menjadi panas. Tapi Sumedang itu bisa adem. Itulah barangkali yang ingin saya ketahui dan saya ingin dalami dan saya ingin belajar dari rekan kita Pak Sudaya. Hingga hal-hal yang positif  akan kita laksanakan di Kota Cirebon,” ujarnya.

Tak hanya itu sebut Marzuki, pihaknya pun akan menggelar semacam seminar di Kota Cirebon dengan salasatu narasumbernya Ketua Panwaslu Sumedang, Sudaya S.H.

Disinggung apakah Panwaslu Kota Cirebon akan menyambangi Panwaslu kota lainnya, ia menyebutkan Sumedang lebih unggul dalam hal Pilgab. “Saya kira yang memiliki keunggulan komparatif dalam Pilgab itu hanya Kota Sumedang. Yang lain Kota Sukabumi, petanya hampir sama kecil pengalamannya sama dengan Kota Cirebon, dengan Sumedang saja saya kira sudah cukup,” imbuhnya.

Sebut dia, meski pun pihaknya telah menjalankan tugas sesuai tugas, pokok dan fungsi yang diatur dalam Undang-undang nomor 15 tahun 211. Tetapi kata Marzuki, karakter masyarakat peserta Pemilu di Sumedang dan Kota Cirebon berbeda.

“Di Kota Cirebon, tempramennya lebih temperamental. Suhu politiknya lebih panak, situasinya lebih berisik. Sekarang ini saja di Jawa Barat, hanya KPU Kota Cirebon saja yang berurusan dengan DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, red.), itu kan membuktikan bahwa Kota Cirebon berbeda dengan Jawa Barat yang lainnya. Sisi positifnya, Kota Cirebon adalah berani, negatifnya Kota Cirebon itu berisik,” terangnya.

Di tempat sama Ketua Panwaslu Sumedang, U Sudaya, mengaku bangga dengan adanya kunjungan kerja Panwaslu Kota Cirebon, karena sudah dijadikan sebagai pilot project percontohan, sekaligus adanya pengakuan jika Panwaslu Sumedang lebih baik. “Kami jelas bangga dengan dijadikan Sumedang sebagai sample, terkait dengan adanya beberapa perbedaan teknis strategis dan kelengkapan IT, kemudian dari sisi pengalaman kita sudah dua kali melaksanakannya. Terus juga tingkat pelanggaran di Sumedang itu memang relative kecil, kita lebih dominant ke Pengawasan tindakan preventif, itu yang mungkin Kota Cirebon tak seperti itu,” papar U Sudaya. (*)