P2TL Razia Pelanggan Nakal

26 September 2011 20:19 WIB
 
0
1471
Petugas P2TL UPJ Sumedang memperlihatkan barang bukti berupa NCB yang sudah dimodifikasi pelanggan. Foto:Igun Gunawan

JATINUNGGAL – PLN Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Sumedang terus meningkatkan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) di wilayah Kabupaten Sumedang, hal itu guna meminimalisir los listrik yang kerap terjadi, salahsatu penyebab karena adanya masyarakat yang memainkan peralatan listrik diperumahan dengan cara memodifikasi.

Dalam operasi P2TL yang dilakukanan PLN UPJ Sumedang, Senin (26/09) siang tadi, di Desa Pawenang Kecamatan Jatinunggal, sedikitnya terazia tujuh orang pelanggan PLN yang melakukan pelanggaran dengan modus memodifikasi peralatan listrik.

“Ada yang mengubah agar perputaran KWH tidak berjalan dengan cara dibolongan dari bawah, ada juga dengan memodifikasi NCB, sebagai contoh NCB yang terpasang seharusnya untuk daya 450 Watt tapi dalam kenyataannya setelah di cek, menggunakan daya 1300 watt,” papar H Encang survisor P2TL PLN UPJ Sumedang ditemui sumeks usai melakukan razia, Senin (26/09) siang.

Meski sudah terendus dapat merugikan PLN dengan perbuatan ‘nakal’ pelanggannya itu namun sejauh ini PLN UPJ Sumedang masih memberikan toleransi hanya mengenakan sanksi secara administrasi, namun tidak menutup kemungkinan jika perbuatan tersebut berulang pihak P2TL akan melimpahkan kasus tersebut ke ranah hukum.

Dikatakan Encang, rata-rata pelanggan yang terjaring razia mengaku tidak mengetahui jika peralatan listrik dirumahnya tersebut termodifikasi.

“Mereka beralibi tidak tahu, ya intinya mereka mengelak, tapi dengan melihat bukti-bukti yang ada jelas pelanggaran tersebut sudah direncanakan sebelumnya, tapi ada juga yang terang-terangan dengan beralasan dengan daya yang terpakai sebelumnya itu sering mati listrik, kemudian mereka memodifikasi peralatan listrik tersebut,” lanjut Encang.

Ketika ditanya apakah ada oknum petugas PLN yang bermain dalam kasus tersebut, Encang sejauh ini belum mengetahui jika ada oknum petugas PLN yang bermain, namun jika ada petugas yang bermain dipastikan petugas itu akan mendapatkan sanksi berat dari PLN.

Berkaitan dengan ketersedian listrik dimusim kemarau dengan berkurangnya debit air dibeberapa titik pembangkit listrik, Encang mengaku masih optimis untuk Kabupaten Sumedang tidak aka nada pemadaman listrik akibat hal tersebut.

“P2TL itu salahsatunya agar meminimalisir lost listrik, agar ketersediaan listrik di kabupaten Sumedang tetap terjaga, tapi saya yakin untuk musim kemarau kali ini, untuk Kabupaten Sumedang tidak akan ada Pemadaman Listrik bergilir,” imbuhnya.

Selain mengadakan P2TL di wilayah Kecamatan Jatinunggal, Encang dan petugas listrik gabungan dari Kabupaten Sumedang itu juga mensosialisasikan pentingnya listrik pra-bayar. Menurutnya listrik dengan system pulsa akan lebih hemat karena tidak ada abonemen.

Menyinggung tentang adanya beberapa keluhan pelanggan mengenai jauh lebih borosnya pembayaran listrik pra-bayar dibanding dengan pasca bayar. Encang, menyimbolkan dengan penggunaan di handphone.

“Kalau pengguna handphone boros itu karena dipakai untuk memanggil coba kalau hanya sms saja, saya yakin akan hemat. Begitu pun dengan pemakaian listrik Pra-Bayar, seratus ribu dapat dipakai lebih dari dua bulan jika hanya dipergunakan penerangan lampu saja,” ungkapnya.

Encang menambahkan jika ada pelanggan yang akan berganti ke pra-bayar tidak dikenakan biaya untuk daya 1300 watt, gratis tersebut sampai dengan akhir tahun 2011 ini.(igun gunawan)