OTD Jatigede, Ditransmigrasikan ke Ogan

22 November 2011 08:40 WIB
 
0
Tujuh Kepala Keluarga (KK) di Desa Leuwihideung dan 1 KK di Desa Cipaku, Kecamatan Darmaraja serta 2 KK dari Desa Sukakersa, Kecamatan Jatigede di wilayah genangan Jatigede hari ini berangkat transmigrasi ke Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan.
Tujuh Kepala Keluarga (KK) di Desa Leuwihideung dan 1 KK di Desa Cipaku, Kecamatan Darmaraja serta 2 KK dari Desa Sukakersa, Kecamatan Jatigede di wilayah genangan Jatigede hari ini berangkat transmigrasi ke Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan.
Tujuh Kepala Keluarga (KK) di Desa Leuwihideung dan 1 KK di Desa Cipaku, Kecamatan Darmaraja serta 2 KK dari Desa Sukakersa, Kecamatan Jatigede di wilayah genangan Jatigede hari ini berangkat transmigrasi ke Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan.

DARMARAJA – Tujuh Kepala Keluarga (KK) di Desa Leuwihideung dan 1 KK di Desa Cipaku, Kecamatan Darmaraja serta 2 KK dari Desa Sukakersa, Kecamatan Jatigede di wilayah genangan Jatigede hari ini berangkat transmigrasi ke Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan.

Minat warga genangan untuk bertransmigrasi memang cukup tinggi, Kepala Desa Leuwihideung, Amid Sunara, menyebutkan di Desanya saja ada sekitar 30 KK yang ingin dan telah mengikuti pelatihan untuk diberangkatkan transmigrasi, sayangnya dari jumlah itu hanya 7 KK saja yang dapat diberangkatkan tahun ini.

“Mereka kebanyakan beralasan ingin berangkat bertransmigrasi karena melihat tetangganya yang telah lebih dahulu berangkat, dan berhasil di sana, bahkan keponakan saya saja omzet dari kelapa sawitnya sudah mencapai Rp 30 juta per-bulan,” ucap Amid ditemui sumedangonline.com di kantornya, Senin (21/11).

Dikatakan Amid, dengan diberangkatkannya 7 KK tahun 2011 ini, berarti jumlah penduduk di wilayahnya yang sudah transmigrasi mencapai 20 KK dari total 633 KK.

“Berarti ada sisa 613 KK, kalau tidak dapat diberangkatkan dengan transmigrasi, mereka akan saya ajukan untuk dilakukan proses verifikasi,” ujarnya.